KOTA - Pemkot Mojokerto tampaknya diam-diam menindaklanjuti rusaknya trotoar di sepanjang Jalan Pahlawan. Kini, jalur pedesterian yang jebol di sejumlah titik telah ditambal secara diam-diam.
Berdasarkan pantauan kemarin (15/7), trotoar di depan kantor KPU Kota Mojokerto dalam kondisi mulus. Tak terlihat lagi area paving yang jebol seperti pekan lalu. Sedikitnya empat titik kerusakan tampak telah diperbaiki. trotoar yang ambrol dipasangi paving baru dan dieratkan dengan pasir.
Kondisi serupa juga terpantau di depan markas Denbekang V/2.B Mojokerto. Paving trotoar yang sebelumnya terpantau amblas kini telah rata kembali. Bahkan, perbaikan yang tak diketahui kapan pastinya berlangsung ini juga menjangkau trotoar di depan pos polisi simpang empat Gatoel. Minggu lalu, trotoar di ujung Jalan Pahlawan yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto ini rusak parah.
Laksono, salah satu warga, mengapresiasi perbaikan yang dilakukan pemkot. Namun, dia menyayangkan pemkot baru bergerak menangani kerusakan setelah muncul di media massa. ’’Terima kasih sudah direspons, akan tetapi masak menunggu viral baru direspons, apa tidak pernah dicek atau bagaimana,’’ tuturnya, kemarin (15/7).
Dirinya pun meminta kondisi trotoar di seluruh Kota Mojokerto dicek secara berkala. Pasalnya, bukan tidak mungkin masih banyak titik yang kini kondisinya rusak. Menurut Laksono, trotoar sebagai fasilitas umum semestinya dijaga agar tetap layak dan aman bagi masyarakat. ’’Ini demi kepentingan masyarakat umum, bukan pribadi, biar tidak merugikan banyak orang. Kasihan pejalan kaki apabila trotoarnya rusak,’’ tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, trotoar Jalan Pahlawan yang belum genap dua tahun dibangun sudah banyak mengalami jebol. Kerusakan ini menimbulkan pertanyaan tentang kualitas proyek pada 2023 yang menelan anggaran Rp 2,8 miliar tersebut.
Sejumlah warga menyayangkan kondisi jalur pedestrian yang dibiarkan rusak selama berbulan-bulan. ’’Di tengah trotoar ini kan ada jalur khusus orang tuna netra, dan kalau pagi biasanya ada lansia lewat olahraga, itu yang kasihan,’’ kata Dwi, salah satu pengguna jalan, Rabu (9/7) pekan lalu.
Jihanudin, warga lainnya, menyebut selain tak nyaman dipandang, rusaknya trotoar juga mengancam pejalan kaki. ’’Paling sederhana kan tersandung, mbok ya segera diperbaiki ndak menunggu viral dulu,’’ cetusnya.
Saat itu, Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji tak merespons saat dikonfirmasi soal kondisi trotoar. Meski tak menjawab, beberapa hari kemudian trotoar yang rusak ternyata diperbaiki. (adi/fen)
Editor : Hendra Junaedi