Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Gus Bupati Mojokerto Tegaskan Koperasi Merah Putih sebagai Gerakan Sosial Kesejahteraan

Khudori Aliandu • Senin, 14 Juli 2025 | 15:05 WIB
KOLABORATIF: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa kunjungi stan UMKM di tengah peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, di Dekopinda Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Sabtu (12/7)
KOLABORATIF: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa kunjungi stan UMKM di tengah peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, di Dekopinda Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Sabtu (12/7)

KABUPATEN - Dibentuknya koperasi merah putih sebagaimana instruksi presiden 9/2025, kini koperasi juga menjelma sebagai gerakan sosial yang mampu membangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat. Bahkan di Kabupaten Mojokerto sudah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan.

Hal itu diungkapkan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa di tengah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78, Sabtu (12/7). Disebutkannya momentum ini penting untuk memperkuat semangat berkoperasi, meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan. Termasuk, memperkenalkan koperasi merah putih kepada masyarakat sebagai gerakan sosial yang mampu membangun solidaritas dan kesejahteraan masyarakat.

Dengan terbitnya Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 tentang percepatan pembentukan koperasi desa/kelurahan merah putih, pemerintah menargetkan pembentukan 80.000 koperasi di Indonesia. Diharapkan koperasi desa merah putih ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi di tingkat desa. ’’Tujuan utama pembentukan koperasi desa merah putih adalah untuk memperkuat perekonomian desa, meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa,’’ ungkap Gus Bupati.

Secara keseluruhan, terang Gus Barra, koperasi desa merah putih hadir sebagai wadah bagi masyarakat desa untuk bergotong royong, mengembangkan potensi lokal dan mencapai kesejahteraan bersama. Bahkan, di Kabupaten Mojokerto, kopdes merah putih ini sudha terbentuk di seluruh desa dan kelurahan.

Hal ini menunjukkan adanya kerja cepat, kerja cermat dan komitmen bersama mengawal instruksi Presiden. ’’Permasalahan lanjutan yang harus dipikirkan bersama adalah bagaimana koperasi-koperasi ini dapat segera beroperasional sebagaimana mestinya. Ini PR besar kita,’’ tegasnya.

Bukan eksistensi koperasi yang seakan-akan koperasi itu hanya urusan orang tua dan tentang simpan pinjam. Namun lanjut Gus Bupati, bagaimana koperasi bisa semakin maju dan berkembang. Mengakar yang akan menjadi pondasi budaya ekonomi bangsa dan yang terpenting harus sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. ’’Secara operasional, peran koperasi menjadi sangat strategis dalam mengonsolidasikan para pelaku usaha mikro dan kecil agar usahanya menjadi lebih berskala ekonomi,’’ tandasnya.

Tak sekadar itu, perannya juga penting dalam mengakselerasi para pelaku usaha mikro dan kecil dengan inovasi dan teknologi agar menghasilkan produk-produk berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Tak terkecuali mengeskalasi para pelaku usaha mikro kecil agar terjalin kemitraan rantai pasok. ’’Sehingga pada tahap ini, koperasi akan membantu memberikan kepastian kepada pelaku UMKM untuk tumbuh. Namun terlebih dulu koperasi harus terlebih dahulu hadir sebagai pemberdaya anggota,’’ jelasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#bupati mojokerto #kabupaten mojokerto #Pemkab Mojokerto #kesejahteraan masyarakat #Koperasi Merah Putih #gerakan sosial #gus barraa