Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mutasi untuk Me-Refresh ”Pejabat Beku”

Khudori Aliandu • Sabtu, 12 Juli 2025 | 16:15 WIB
PEMETAAN POTENSI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberi keterangan pers atas pengisian jabatan yang segera digelar di lingkungan Pemkab Mojokerto usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD,
PEMETAAN POTENSI: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa memberi keterangan pers atas pengisian jabatan yang segera digelar di lingkungan Pemkab Mojokerto usai mengikuti rapat paripurna di gedung DPRD,

Gus Bupati Sebut Ada Kepala OPD Menjabat Selama Lima Tahun

 KABUPATEN – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menegaskan jika rotasi mutasi kali pertama yang bakal digelar nanti bagian dari upaya evaluasi. Termasuk penyegaran organisasi lantaran banyak kepala dinas yang menjabat cukup lama, bahkan sampai satu periode atau lima tahun.

 ’’Job fit yang kita gelar ini tidak hanya pemetaan potensi, tetapi untuk penyegaran organisasi agar lebih sehat,’’ ungkap Gus Bupati. Terlebih, lanjut dia, sesuai data, tak sedikit pejabat pimpinan tinggi pratama (PPTP) terlalu lama menduduki posisinya. Yakni, selama lima tahun. ’’Ada yang satu periode, itu kan terlalu lama, perlu di-refresh agar tidak beku,’’ tambahnya.

 Sehingga, lanjut dia, perlu dilakukan perombakan agar tidak terlalu bosan mengemban amanah dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD) tertentu. ’’Dengan penataan, nantinya diharapankan ada semangat baru, ada kompetisi baru dalam mengabdi dan bekerja melayani masyarakat Kabupaten Mojokerto,’’ jelasnya.

 Dengan demikian, sebagai langkah percepatan, terang Gus Bupati, pasca job fit yang berlangsung di Surabaya, hasilnya dipastikan akan langsung dilayangkan kepada Kemendagri untuk meminta izin pergeseran. Rotasi mutasi ini dinilai mendesak seiring banyaknya jabatan lowong akibat ditinggal purnatugas pejabat sebelumnya. ’’Meski sampai sekarang programnya masih tetap jalan, dengan pengisian, nanti harapannya agar lebih optimal,’’ tuturnya. 

Dia menegaskan, rotasi kali pertama yang bakal digelar nanti tidak akan menyentuh semua kepala OPD. Begitu juga dengan mutasi yang teragendakan dipastikan tidak berdasarkan suka atau tidak suka terhadap peserta job fit, melainkan sesuai dengan pertimbangan matang.

 ’’Yang pasti nanti kita mempertimbangkan rekomendasi dari panelis. Catatan dari panelis itu akan menjadi salah satu pijakan melakukan penataannya,’’ tegasnya. Orang nomor satu di lingkungan pemkab ini juga meyakini, keputusan yang diambil secara mandiri tidak lebih baik dibandingkan dengan keputusan yang diambil dari banyak pemikiran. Sebab, tidak menutup kemungkinan apa yang tidak diketahuinya akan dilengkapi para penelis yang lebih. Sehingga hal itu dinilai cukup baik untuk organisasi perangkat daerah (OPD) ke depan.

 Sejalan dengan visi lima tahun ke depan, mewujudkan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil dan makmur. ’’Kalau dalam Islam, musyawarah akan menghasilkan keputusan yang mufakat (kesepakatan bersama) dan maslahat (memberikan kebaikan) bagi semua. Hasil musyawarah saya yakini akan lebih adil, bijaksana, dan optimal untuk organisasi lima thaun ke depan,’’ pungkas Gus Barra. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#bupati mojokerto #rotasi #Pemkab Mojokerto #gus barraa #mutasi #pptp