Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ribuan Tim Pendamping Keluarga DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Gigit Jari

Khudori Aliandu • Rabu, 9 Juli 2025 | 16:15 WIB
Ilustrasi TPP ASN
Ilustrasi TPP ASN

Ditarget Penurunan Stunting, Insentif Dua Bulan Tak Cair

KABUPATEN - Ribuan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dinaungi Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (DP2KBP2) Kabupaten Mojokerto belakangan dibuat geram dan harus gigit jari. Sebab, insentif dua bulannya tak kunjung cair di tengah tanggung jawabnya yang harus tetap jalan dalam penurunan angka stunting di Bumi Majapahit.

Salah satu TPK mengungkapkan kekecewaan atas molornya pencairan insentif yang sudah menjadi haknya. Ironisnya tersendatnya pembayaran sudah berlangsung dua bulan terakhir. ’’Untuk insentif masih dua bulan saja, Maret dan April, sedangkan untuk Mei dan Juni belum cair,’’ ungkapnya.

Kondisi itu turut dibenarkan salah satu koordinator kecamatan. Menurutnya kondisi itu belakangan membuat gaduh di lingkungan TPK yang tersebar di 18 kecamatan. Bahkan, ada seratus dari total 2.586 TPK di antaranya belum mendapatkan haknya sama sekali sejak Maret hingga Juni. ’’Ini yang membuat kader-kader di bawah mengeluh. Sekarang sudah bulan Juli dan harus bekerja lagi, sementara insentif sebelumnya tak kunjung dibayar. Insentifnya Rp 220 ribu per bulan untuk satu orang,’’ tegasnya.

Para kader hingga koordinator pun belakangan turut menyayangkan keterlambatan tersebut. Lebih lagi, dinas terkait belum memberi jawaban pasti atas keterlambatan pencairan insentif. ’’Padahal sistemnya sudah melalui rekening, tetapi kok malah ribet dan molor begini. Sementara tanggung jawabnya sangat berat mendukung program penurunan angka stunting,’’ sesalnya.

Penurunan stunting ini juga menjadi program prioritas pemerintah pusat. Pun demikian dengan anggarannya juga bersumber dari APBN yang digelontorkan kepada DP2KBP2. Dengan jumlah kader 2.586 orang jika dikalkulasi per bulan pemerintah pusat memploting Rp 568 juta untuk insentif ribuan TPK di Kabupaten Mojokerto. ’’Jadi, sebenaranya yang salah itu, sistemnya atau orangnya. Ini perlu evaluasi, padahal oleh pusat anggarannya sudah ditransfer ke daerah,’’ tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DP2KBP2 Kabupaten Mojokerto Sugeng Nuryadi membenarkan adanya keterlambatan insentif ribuan TPK untuk jatah dua bulan terakhir. Hal itu disebabkan akibat adanya ratusan TPK yang nomor rekeningnya tidak aktif. ’’Ini kan anggaran dari pemerintah pusat, jadi sebelum pencairan untuk Maret dan April tuntas 100 persen, kita tidak bisa mencairkan untuk bulan Mei dan Juni,’’ ungkapnya.

Kendati begitu, persoalan itu tak membuatnya tutup mata. Belakangan DP2KBP2 melakukan penyisiran kepada TPK yang rekeningnya tidak aktif. ’’Dan Alhamdulillah, sampai sore ini (kemarin), tinggal empat TPK saja dari kader Dlanggu yang gagal transfer. Insya Allah besok (hari ini) tuntas. Dan selanjutnya bisa dicairkan insentif bulan Mei dan Juni,’’ paparnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto #insentif #Pemkab Mojokerto #Tak Cair #dp2kbp2 #tim pendamping keluarga