Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Layanan Memburuk, Pelanggan Tinggalkan PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto

Yulianto Adi Nugroho • Kamis, 3 Juli 2025 | 15:55 WIB

 

DIKELUHKAN: Petugas teknisi PDAM Maja Tirta memeriksa pipa air di Lingkungan Suronatan gang III, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (20/6).
DIKELUHKAN: Petugas teknisi PDAM Maja Tirta memeriksa pipa air di Lingkungan Suronatan gang III, Kelurahan/Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (20/6).

KOTA - Layanan Perumdam atau PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto sebagai perusahaan daerah penyedia air bersih dinilai buruk. Seringnya air mati dan kualitasnya yang rendah jadi alasan utama pelanggan berangsur meninggalkan PDAM.

Salah satunya TN. Warga Perumahan The Suam Residence, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, itu mengaku tak lagi berlangganan PDAM lagi karena capek hati. Dia memutuskan membuat sumur bor sendiri dengan pompa karena air dari BUMD Kota Mojokerto tersebut tak bisa diandalkan. ’’Pakai PDAM gak masuk, kadang mati kadang nyala,’’ ungkapnya, kemarin (2/7).

Pria 43 tahun itu kini menyaksikan sejumlah tetangganya yang berlangganan PDAM kesulitan air. Pasalnya, sejak akhir pekan lalu distrubusi air tak lancar lantaran berlangsung perbaikan pompa intake. Akibatnya, warga harus mengantre air bantuan yang dikirim PDAM dengan truk tangki. ’’Kayak balik ke zaman Majapahit, air saja antre,’’ sindirnya.

Keluhan terhadap layanan PDAM tak keluar dari mulut satu orang. Sasa, warga Jalan Raya Penanggungan, Kelurahan Wates, Magersari, yang sudah 7 tahun langganan hampir habis kesabaran menghadapi Maja Tirta. Bagaimana tidak, sepekan sudah air di rumah dan tempat usaha jualan pakaian miliknya mati tanpa pemberitahuan. ’’Katanya ada perbaikan dan ada jadwal on-off air, tapi tidak tepat,’’ lontarnya.

Per bulan, Sasa membayar tagihan ke PDAM sebesar Rp 64-70 ribu per bulan untuk rumah dan toko. Pembayaran dilakukan kepada petugas yang menarik ke tempatnya. Hanya saja, saat belakangan airnya mati, dia tak ikut mendapat bantuan air tangki. ’’Saya hubungi pihak PDAM responsnya lambat, semoga kejadian ini bisa jadi evaluasi,’’ ucapnya.

Sebelumnya, Direktur Direktur PDAM Maja Tirta Bambang Ribut Sugiatmono menyatakan, perubahan jam operasional distribusi air akibat perbaikan pompa diperkirakan berlangsung sampai Sabtu (5/7). ’’Pompa masih di bengkel, (proses perbaikan) kurang lebihnya lima hari dari sekarang,’’ katanya, Selasa (1/7).

Menurutnya, PDAM menyalurkan air dengan kendaraan tangki ke pelanggan selama perbaikan. Dia meyakinkan bantuan air diberikan secara menyeluruh ke seluruh pelanggan yang kekurangan air. ’’Gratis sebagai bentuk pelayanan kami,’’ ucapnya. Bambang meminta pelanggan yang masih kesulitan air mengajukan bantuan. ’’Tapi ya tunggu giliran karena mobil tangki hanya satu unit,’’ imbuh dia.

Penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin, krisis air akibat perbaikan pompa PDAM juga dirasakan pelanggan di Jalan Rajekwesi dan Jalan Bancang, Kelurahan Wates serta warga Kelurahan Pulorejo dan warga Lingkungan Sinoman, Kelurahan Miji, Kecamatan Prajurit Kulon. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) #Keluhan Pelanggan #Kota Mojokerto #pelayanan buruk #maja tirta #penyedia air bersih