Mendukung Sarana Infrastruktur, Rp 8 Miliar Proses Pencairan
KABUPATEN - Puluhan pengerjaan proyek fisik untuk infrastruktur keagamaan di Kabupaten Mojokerto segera digulirkan. Itu setelah sebelumnya Pemkab Mojokerto mulai mencairkan dana hibah senilai Rp 8 miliar ke rekening lembaga penerima bantuan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Mojokerto Nunuk Djatmiko mengatakan, penyerapan dana hibah keagamaan tahun anggaran 2025 di lingkungan pemkab menunjukkan progres positif. Bahkan, di semester pertama ini terdapat puluhan lembaga yang mengajukan pencairan. ’’Sesuai data kami ada 40-an lembaga yang sudah mengajukan pencairan. Terbaru hari ini saja (kemarin, Red) ada sebelas lembaga,’’ ungkapnya, kemarin.
Mekanisme bantuan hibah bagi puluhan lembaga tersebut kini sudah bergulir di BPKAD untuk tahap pencairan. ’’Untuk angkanya sekitar Rp 8 miliaran,’’ tambah mantan Camat Dlanggu ini. Angka tersebut dipastikan akan terus bertambah seiring adanya pengajuan baru. Sebagaimana yang ditargetkan, dalam semester satu ini pemkab dapat melakukan penyerapan hingga mendekati 50 persen dari pagu tahun anggaran 2025. ’’Paling tidak, semester satu ini pemkab bisa mencairkan Rp 12 miliar kepada penerima hibah, karena minggu depan ini beberapa lembaga ada yang mulai mengajukan,’’ paparnya.
Menurutnya, tahun ini dana hibah infrastruktur keagamanan mencapai Rp 28,875 miliar. Angka itu meningkat dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 20,507 miliar. Sasarannya pun lebih banyak, yakni mencapai 151 lembaga atau tempat ibadah. Meliputi, masjid, gereja, musala, hingga taman pendidikan Alquran (TPQ). ’’Juga ada pondok pesantren,’’ bebernya.
Secara simbolis, penyerahan dana hibah ini sebelumnya sudah dilakukan Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dengan didampingi Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian saat kegiatan safari Ramadan, Maret lalu. Nunuk menegaskan, bantuan hibah tersebut merupakan wujud kehadiran pemkab dalam mendukung terciptanya kenyamanan masyarakat mengakses fasilitas publik tempat ibadah di desa, khususnya dalam beribadah. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi