Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tata Ulang Kebesaran Kerajaan Majapahit, PIM di Mojokerto Menjadi Museum Majapahit

Khudori Aliandu • Rabu, 11 Juni 2025 | 16:35 WIB
PENINGGALAN BERSEJARAH: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Petirtaan Jolotundo di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (10/6).
PENINGGALAN BERSEJARAH: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengunjungi Petirtaan Jolotundo di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, kemarin (10/6).

TROWULAN - Kementerian Kebudayaan resmi mengubah nama Pusat Informasi Majapahit (PIM) di Desa/Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, menjadi Museum Majapahit, kemarin (10/6). Perubahan nomenklatur ini diharapkan dapat membawa semangat baru dalam melestarikan besarnya peninggalan Kerajaan Majapahit yang berhasil menyatukan Nusantara tersebut.

’’Tempat yang selama ini kita kenal sebagai Pusat Informasi Majapahit, hari ini (kemarin, Red) kita resmikan namanya menjadi Museum Majapahit,’’ ujar Menteri Kebudayaan Fadli Zon di lokasi. Peresmian meseum yang sudah dibangun lebih dari 10 tahun ini dilakukan secara simbolis dengan memotong pita.

Fadli Zon berharap, momen ini tidak sekadar hanya perubahan nomenklatur. Melainkan sebagai permulaan untuk membesarkan museum yang diawali dengan perubahan nama. ’’Karena bobotnya berbeda antara pusat informasi dengan museum. Kita harapkan pembobotan menjadi Museum Majapahit ini mendorong kita untuk melakukan penataan artefak yang ada dengan story line yang baik dan penataan koleksi yang lebih profesional,’’ ungkapnya.

Sebab, sejauh ini, lanjut dia, koleksi PIM jumlahnya telah mencapai 8.000 koleksi benda bersejarah. Meliputi, arca batu, artefak terakota, logam, rumah, hingga prasasti. Di mana, seluruhnya merujuk pada kebesaran Kerajaan Majapahit yang diyakini berpusat di Trowulan pada abad ke 13-15 Masehi. ’’Ini akan menjadi cikal bakal museum yang lebih besar lagi. Mungkin kombinasi antara museum dalam ruangan sekaligus open-air museum yang lebih inklusif,’’ jelas pria yang juga menjabat Ketua Umum Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia ini.

PERUBAHAN NOMENKLATUR: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengamati benda purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, kemarin (10/6).
PERUBAHAN NOMENKLATUR: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengamati benda purbakala peninggalan Kerajaan Majapahit di Museum Majapahit di Desa/Kecamatan Trowulan, kemarin (10/6).

Meski begitu, koleksi hasil repatriasi dari sejumlah negara beberapa tahun terakhir ini belum bisa disimpan di Trowulan. Sementara ini, terang Fadli Zon, seluruhnya masih dipusatkan di Museum Nasional. Namun, dalam waktu dekat, Kementerian Kebudayaan fokus menerapkan rencana awal pengembangan kawasan musuem. ’’Rencana awal untuk pengembangan Museum Majapahit akan kita perluas dan penataan lebih lanjut,’’ tandasnya.

Secara umum, museum di dekat Situs Permukiman Segaran tersebut akan ditata ulang dengan menonjolkan konsep kebesaran Kerajaan Majapahit. ’’Konsepnya menyangkut berdirinya Majapahit pada abad ke 13-15 Masehi sebagai cikal bakal NKRI, yang ternyata memiliki peradaban maju,’’ papar politikus Partai Gerindra ini.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Mojokerto M. Rizal Octavian mengapresiasi langkah Kementerian Kebudayaan tersebut. Terlebih, Trowulan merupakan kawasan penting dalam sejarah bangsa Indonesia, karena diyakini sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit pada masa lampau. ’’Ini sebuah momentum yang bersejarah dalam upaya melestarikan kebudayaan warisan Majapahit,’’ tegasnya.

Hal ini tak lepas dari banyaknya peninggalan arkeologis yang tersimpan di Trowulan sebagai kawasan cagar budaya nasional. Sehingga satu dari 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto menjadi bagian dari identitas budaya nasional. Rizal berharap, perubahan nama Museum Majapahit ini sekaligus mengawali sinergitas lintas sektor dari pemda, pemerintah pusat, akademisi, serta partisipasi aktif masyarakat untuk melestarikan kebudayaan.

’’Kami berharap kunjungan kerja ini membuka ruang kolaborasi yang lebih luas untuk mengangkat potensi wisata budaya di Trowulan. Khususnya, Museum Majapahit, agar lebih dikenal, baik oleh wisatawan Nusantara maupun mancanegara,’’ imbuh Rizal.

Lebih lagi, Museum Majapahit ini menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar wilayah Kabupaten Mojokerto. Museum ini didirikan oleh RAA Kromojoyo Adinegoro, Bupati Mojokerto sebelum Indonesia merdeka, bersama Henricus Maclaine Pont, arsitek asal Belanda lulusan Technische Hogesholl Delft (THD), pada tahun 1942. ’’Prinsip pelestarian harus menjadi fondasi dalam setiap rencana pembangunan dan promosi wisata budaya,’’ tandasnya.

Selama melawat ke Mojokerto, Fadli Zon turut mengunjungi Wisata Petirtaan Jolotundo, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, berikut meresmikan Soekarno Center di SDN Purwotengah, Kota Mojokerto. (vad/ori/ris/fen)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Museum Majapahit #kabupaten mojokerto majapahit #fadly zon #pusat informasi majapahit #pim #kerajaan majapahit #Kementerian Kebudayaan