Bangunan Alami Kerusakan
KOTA - Pemkot Mojokerto kembali merenovasi Rest Area Gunung Gedangan (GG) di Jalan Raya Bypass, Kelurahan Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari. Tak sekali ini saja rehabilitasi bangunan dilakukan meski sentra kuliner itu minim pedagang.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (3/6), sejumlah pekerja tengah memperbaiki toilet di area pasar seni. Atap gedung lantai dua di bagian utara itu juga diganti lantaran mengalami kerusakan. Pekerjaan serupa menyentuh langit-langit bangunan di sebelah selatan. ”Sudah sekitar tiga minggu ini ada perbaikan karena talangnya bocor,” kata Agus, penjaja lukisan di lokasi.
Rusaknya fasilitas toilet pernah diulas dalam pemberitaan Jawa Pos Radar Mojokerto pada Juni 2024 silam. Akses ke toilet ditutup dengan meja bertuliskan ’’disperindag” dan pintunya diplang kayu. Kala itu, pemkot menyatakan revonasi menunggu prioritas anggaran.
Perbaikan yang berlangsung dilakukan di tengah mati surinya rest area. Kompleks sentra kuliner yang dibangun dengan menghabiskan Rp 7,5 miliar dari DAK dan APBD pada 2019-2021 itu kini nyaris tak berpenghuni.
Dari sebanyak 24 kios pasar seni, kemarin hanya dua kios yang beraktivitas. Yakni, studio lukisan milik Agus dan sang istri yang membuka kios di sebelahnya untuk berjualan kopi. ”Ada penghuninya semua, tapi namanya seniman antivitasnya tidak di satu tempat, ada yang sedang menggarap kerjaan di luar,” tuturnya.
Sementara itu, 20 kios kuliner di sisi selatan sama sekali tak beroperasi. Puluhan kios yang sudah ada plakat nama penjualnya itu tutup total. Mereka hanya sempat buka saat awal-awal kompleks ini dibuka tiga tahun silam.
Merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Mojokerto, rehab gedung rest area sudah pernah dilakukan pada November 2023 silam oleh dinas PUPR Perakim. Paket proyek nontender yang dimenangkan CV Karya Majapahit dengan nilai kontrak Rp 99,7 juta itu meliputi, pekerjaan dinding keramik, pengecatan, dan sanitasi.
Pada waktu yang sama, proyek pemeliharaan oleh diskopukmperindag juga menyentuh rest area. Proyek Rp 86,4 juta itu satu paket dengan pemeliharaan Skywalk Alun-Alun Wiraraja dan PGS (pusat grosir sepatu).
Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya sebelumnya mengklaim, selain diramaikan puluhan seniman, terdapat 8 pedagang mamin dan 2 pedagang cinderamata yang buka di rest area. Upaya untuk menghidupkan kompleks tersebut juga dilakukan dengan keberadaan halte Trans Jatim hingga menjadikannya pos keberangkatan wisata keliling kota. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi