KABUPATEN - Sejumlah proyek rehabilitasi perkantoran yang menjadi prioritas pada tahun anggaran 2025 mulai dilelang. Dengan pagu anggaran total Rp 7,9 miliar, ditargetkan pengerjaan fisik untuk tiga paket infrastruktur ini sudah muncul pemenang.
Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Setdakab Mojokerto Yuni Laili Faizah mengatakan, pengadaan melalui mekanisme lelang belakangan sudah berjalan. Beberapa proyek rehabilitasi perkantoran juga sudah diumumkan melalui layanan pengadaan secara elektronik (LPSE). ’’Yang terbaru untuk paket fisik rehabilitasi perkantoran ada tiga dengan nilai anggaran total sebesar Rp 7,9 miliar,’’ ungkapnya.
Tiga proyek infrastruktur tersebut kini sudah masuk tahap pengumuman pasca kualifikasi. Di antaranya, paling jumbo belanja hibah barang untuk rehabilitasi sarana prasarana di lingkungan Polres Mojokerto dengan pagu Rp 4,3 miliar. Anggaran tersebut ditargetkan untuk perbaikan aula, ruang lobi, Ruang Rapat Sanika Satya Wada, gapura, dan pagar. Selanjutnya ada rehabilitasi berat kantor PUPR Kabupaten Mojokerto senilai Rp 2,6 miliar.
Perbaikan tersebut untuk gedung dan prasarana penunjang. Pun demikian dengan rehabilitasi gedung kantor BPKAD dengan pagu Rp 918 juta. ’’Untuk kantor BPKAD ini akan dilakukan perbaikan pada konstruksi atap yang saat ini kondisinya sudah rusak, lapuk sehingga sangat membahayakan,’’ tegasnya.
Sebaliknya untuk kantor dinas PUPR, kata Yuni, sebagaimana dokumen yang disodorkan ke PBJ, rehabilitasi ini difokuskan pada sejumlah lingkup pekerjaan. Meliputi, pekerjaan persiapan, rehabilitasi gedung laboratorium uji bahan, rehabilitasi gedung bidang penataan bangunan gedung (PBG), serta pekerjaan prasarana penunjang. ’’Lingkupnya ada kantin, toilet, dan penanganan genangan serta drainase,’’ paparnya.
Menurutnya, dengan dilelangnya sejumlah paket proyek ini diharapkan segera dilakukan pengerjaan dengan target akhir Juni sudah muncul pemenang. Ketiga paket ini masuk satuan kerja dinas PUPR. ’’Kurang lebih 24 hari lagi sudah ada pemenang, tetapi bisa juga kurang dan lebih,’’ tandasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi