Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

DPRD Kota Mojokerto Soroti Aset Mangkrak hingga Bedah Potensi PAD

Rizal Amrulloh • Rabu, 28 Mei 2025 | 16:10 WIB

 

MELOMPONG: Kondisi los di dalam Pasar Rakyat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang masih lowong.
MELOMPONG: Kondisi los di dalam Pasar Rakyat Prapanca, Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto yang masih lowong.

Dewan Minta Pemkot Optimalkan Pemanfaatan

 KOTA - DPRD Kota Mojokerto memberikan atensi terhadap aset-aset milik Pemkot Mojokerto yang mangkrak. Dewan meminta agar eksekutif segera memanfaatkan, utamanya pada proyek pasar yang hingga kini masih mati suri.

 Ketua DPRD Kota Mojokerto Ery Purwanti menyoroti terkait belum optimalnya pengelolaan aset di Pemkot Mojokerto. Hal itu tampak dengan sejumlah hasil proyek pembangunan yang kondisinya terkesan terbengkalai. ”Selama ini aset-aset ini kan banyak yang mangkrak, seperti pasar,” ungkapnya, kemarin. 

Sebagaimana di Pasar Rakyat Prapanca yang dibangun tahun 2020 lalu, kondisi seluruh los di dalamnya kosong. Demikian dengan Pasar Rakyat Ketidur yang didirikan setahun setelahnya juga bernasib sama.

 Padahal, kata Ery, pembangunan proyek fisik yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah ini direncanakan mampu menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, faktanya hingga kini masih belum menghasilkan alias ngeblong. ”Dibangun dengan menghabiskan anggaran banyak, tapi tidak ada PAD yang masuk,” tandas politisi PDIP ini.

 Karena itu, dewan mendorong agar pemerintah daerah menghidupkan kembali aset-aset yang mangkrak tersebut. Tidak hanya pasar, sejumlah proyek pembangunan lain yang belum optimal pemanfaatannya juga diberikan atensi oleh legislatif.

 Karena jika tidak terkelola dengan baik, tutur Ery, maka akan berisiko menimbulkan kerugian akibat hilangnya potensi pendapatan. ”Itu harus menjadi PR (pekerjaan rumah). Kita mendorong agar segera dilakukan penanganan yang lebih optimal dari aset-aset pemkot tersebut,” tegas dia.

 DPRD juga akan memelototi potensi PAD lainnya agar lebih digenjot. Termasuk merekomendasikan agar melakukan pemungutan retribusi pelayanan pasar pada Pasar Kliwon, Pasar Rakyat Ketidur, Pasar Rakyat Prapanca, dan Pasar Hewan Sekarputih sesuai tarif Peraturan Daerah (Perda) Kota Mojokerto Nomor 7 Tahun 2023. ”Ke depan kami juga akan bedah potensi PAD di Kota Mojokerto agar ada peningkatan,” tandasnya.

 Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya sebelumnya menyatakan akan melakukan sejumlah upaya untuk mengoptimalkan aset pasar. Di antaranya di Pasar Rakyat Prapanca yang tengah dikaji untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG) maupun pasar jajanan pagi atau sore hari dan di Pasar Rakyat Ketidur juga digodok untuk pasar pengendali inflasi.

 "Nanti jadi pasar yang komoditasnya paling murah," terangnya. Di samping membuka pengisian los dan kios, diskopukmparindag juga akan mulai memberlakukan retribusi pelayanan pasar per tahun ini. Tarif akan disesuiakan dengan yang termaktub dalam perda. "Insya Allah start Juni ini," imbuh Ani. (ram/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#pasar rakyat #dprd kota mojokerto #Pemkot Mojokerto #pasar prapanca #PAD (Pendapatan Asli Daerah) #aset mangkrak