Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Banyak Kios Kosong, Tutup Saluran Hilang, hingga Paving Menggunung, Rest Area Gunung Gedangan Kota Mojokerto Tak Terawat

Yulianto Adi Nugroho • Selasa, 27 Mei 2025 | 15:50 WIB

BAHAYAKAN PENGUNJUNG: Lubang saluran air menganga di Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (26/5).
BAHAYAKAN PENGUNJUNG: Lubang saluran air menganga di Rest Area Gunung Gedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, kemarin (26/5).
 

Habiskan Anggaran Rp 7,5 Miliar

KOTA – Kondisi Rest Area Gunung Gedangan (GG) di Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, tak terawat. Sejumlah kerusakan pada area pusat kuliner yang dibangun dengan anggaran Rp 7,5 miliar itu terkesan dibiarkan.

 Salah satu bagian yang rusak, yakni jebolnya penutup got di sebelah barat bangunan. Saluran air yang semestinya tertutup kini melompong dan membahayakan pengunjung. ”Sudah sekitar satu bulan ini kondisinya berlubang,” kata Siswanto, salah seorang warga di lokasi, kemarin (26/5).

 Dari bekas yang tersisa, tampak beton penutup got mengalami patah. Penutup di sekitarnya pun terlihat retak dan cuil di beberapa titik. Lubang yang muncul akibat kerusakan ini lumayan besar. Tubuh orang dewasa berpotensi jatuh terperosok, khususnya anak-anak. ”Ya bahaya sekali, apalagi kadang ada anak-anak kecil main di sekitar sini,” tuturnya.

 Berlubangnya saluran air tak diberi tanda sama sekali. Padahal, letaknya berada di tengah-tengah area lapang, dekat dengan area bermain anak di sebelah selatan. Di dekat lubang tersebut, pelataran paving juga mengalami gelombang.

 Kerusakan pada lantai ini nyaris dapat ditebak karena beban kendaraan. Akibatnya, paving menggunung di satu titik membentuk garis dan cekungan di sekitarnya. Kesan tak terawat di bagian luar rest area ini sebetulnya tak jauh berbeda dengan bangunan yang dulunya diharapkan menjadi pusat kuliner tersebut.

 Banyak kios yang tutup karena tidak laku dan pengunjungnya hampir selalu sepi setiap hari. Padahal, dulunya proyek yang dibangun pada tahun 2019-2020 ini digadang-gadang menjadi pusat kuliner di Kota Mojokerto. Proses pembangunannya menghabiskan anggaran sebesar Rp 7,5 miliar dari DAK dan APBD Kota Mojokerto.

 Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan, sejumlah upaya telah dilakukan untuk meramaikan rest area. Antara lain, dengan menjadikan bangunan di jalan raya bypass tersebut sebagai terminal transit bus Trans Jatim koridor 2 dan 3. ”Rest area juga menjadi pos keberangkatan dan makan wisata keliling kota (wika), sementara yang sudah jalan pakai Hiace,” terangnya, Selasa (13/5).

 Namun, Ani membantah jika rest area dikatakan sepi. Dia menyebut terdapat 20 seniman, 8 pedagang makanan minuman, dan 2 pedagang cinderamata yang aktif berjualan. Adapun jumlah keseluruhan kios di area ini mencapai 44 unit dan separonya kini dibuka untuk pedagang seni.

 Dalam waktu dekat, lanjut dia, sektor layanan masyarakat juga akan diadakan di rest area. ”Saat ini kita sedang proses kerja sama dengan pelayanan samsat,” tandas Ani. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#magersari #Tak Terawat #rest area #gunung gedangan #kuliner #pusat oleh oleh