Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Anggaran Ada, tapi Aspal Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto Mengelupas dan Bergoyang

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 19 Mei 2025 | 16:20 WIB
TAMBAL SULAM: Pekerja Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto memperbaiki jalan di Jembatan Gajah Mada yang mengalami kerusakan, kemarin (16/5).
TAMBAL SULAM: Pekerja Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto memperbaiki jalan di Jembatan Gajah Mada yang mengalami kerusakan, kemarin (16/5).

KOTA - Kondisi Jembatan Gajah Mada Kota Mojokerto kian memprihatinkan. Aspal jalan yang rusak di tengah jembatan telah memakan korban. Ornamen di bawah jembatan yang rontok terbengkalai tanpa penanganan. Padahal, anggaran pemeliharaan jembatan milik DPUPR Kota Mojokerto itu pada 2025 mencapai Rp 186 juta lebih.

Menurut pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, ruas jalan yang rusak mengelupas hingga memakan korban kecelakaan pekan lalu kini kondisinya sudah rusak. Aspal yang terlihat belum matang itu sudah kembali mengelupas. Tampak aspal menggumpal di tengah dan sisi pinggir jalan yang berbatasan dengan trotoar jembatan.

Ruas jalan yang terlintasi roda kendaraan tampak telah cekung. Bahkan, ketika dilintasi kendaraan besar seperti truk tampak aspal bergerak bergoyang. Saat kendaraan roda empat melintas tampak aspal juga bergerak. Pengguna roda dua ketika melintasi area itu praktis mengurangi kecepatan.

’’Aspalnya bergerak kalau dilewati roda empat ke atas,’’ ucap Amir, pengguna jalan. Dia sendiri yang wira-wiri melintasi jembatan di tengah Kota Mojokerto tersebut. Maklum, dia berdomisili di utara sungai sedang pekerjaannya di kawasan kota.

Kondisi tak kalah mengenaskan juga terlihat di bagian bawah Jembatan Gajah Mada. Ornamen jembatan yang rontok sejak sebulan lalu kondisinya masih terbengkalai. Warga sekitar meletakkan ornamen yang tercecer ke trotoar kecil yang berdempetan dengan tembok jembatan. Jumlah ornamen yang rontok pun kian banyak.

Selain ornamen yang rontok, kawasan bawah Jembatan Gajah Mada pun tampak kumuh tak terurus. Lampu sorot yang berada di sekitaran tembok jembatan tak sedikit yang rusak. Tak sedikit yang masih menyala meski hari belum gelap. Kebanyakan lampu sorot sudah tak sesuai posisi lagi dan juga dalam kondisi mati.

Tembok dan pilar yang dihiasi ornamen bata terakota pun tampak kotor. Keberadaan grafiti tak bermakna yang dibuat tangan-tangan jahil juga masih ada dan belum dibersihkan oleh instansi terkait. Kerusakan di sana-sini pada proyek yang dulunya program tanggung jawab sosial korporasi Kota Mojokerto itu kian parah. ’’Itu tulisan grafiti juga masih ada, belum ada penanganan apa-apa,’’ ujar Suwanto, warga yang melintas.

Keadaan aspal jalan dan tembok jembatan yang acak adut tersebut tak sejalan dengan besarnya ploting anggaran rutin pemeliharaan jembatan di Kota Mojokerto. Berdasar APBD 2025, anggaran nomor 484 dengan kode rekening 1.03.10.2.01.0038 tersebut merupakan sub kegiatan pemeliharaan rutin jembatan.

Dengan target sebanyak 8 jembatan, pagu indikatif belanja operasi yang diploting sebesar Rp 186.899.000. Anggaran pemeliharaan jembatan itu bersumber dari opsen PKB, yaitu pungutan tambahan pajak yang dikenakan oleh kabupaten/kota atas pokok PKB (Pajak Kendaraan Bermotor).

Sebelumnya diketahui, perbaikan jalan di Jembatan Gajah Mada, Kota Mojokerto, tak berumur lebih dari sehari. Jumat (16/5), aspal jalan kembali terkelupas setelah ditambal sulam pada Kamis (15/5).

Kerusakan berulang kali ini terjadi lantaran struktur jembatan telah mengalami aus. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, aspal yang baru dipasang awalnya mengalami keretakan sejak kemarin pagi.

Memasuki siang hari kondisi jalan yang berada di tengah-tengah jembatan itu semakin amblas. ”Belum 24 jam, tapi sudah rusak lagi,” kata Dwi Laksono, salah satu pengguna jalan. Tanda-tanda kerusakan sebetulnya sudah muncul sejak Kamis sore, sekitar dua jam setelah tambal sulam selesai. Saat itu, tepian aspal tampak sudah mengelupas. Hingga akhirnya, tak sampai sehari jalan sudah terkoyak lagi.

Jumat (16/5) sore, Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto kembali turun melakukan perbaikan. Menggunakan alat berat pemadat, aspal baru dipasang lagi. Namun demikian, hal ini tak menjamin jalan mulus bakal berumur panjang. Sebab, permukaan jembatan yang baru ditambal tampak bergelombang seperti ombak ketika dilewati kendaraan besar.

Kondisi ini mengonfirmasi apa yang disampaikan Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji. Dia menyatakan, struktur jembatan mengalami aus, sehingga aspalnya kembali rusak meski baru ditambal. ”Hasil pengecekan di lokasi, ada bagian penyangga yang mengalami aus,” katanya, kemarin (16/5).

Perbaikan dengan tambal sulam setidaknya sudah empat kali dilakukan selama bulan ini. Namun, area yang ada di tengah-tengah jembatan itu selalu amblas lagi. Bahkan, kondisi jalan yang rusak mengakibatkan seorang pemotor mengalami kecelakaan hingga luka-luka pada Rabu (14/5) malam.

Mengingat kerusakan yang berulang, Muraji menegaskan, pihaknya akan menggelar rapat bersama forum lalu lintas untuk mencari langkah penanganan secara permanen. ”Solusinya segera kita rapatkan dengan tim forum lalu lintas, meliputi, polres, dishub, PUPR, dan OPD lain yang terkait. Nanti hasil rapat akan kita TL (tindak lanjuti) bersama,” tandasnya. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#jembatan gajah mada #jalan rusak #Kota Mojokerto #aspal mengelupas