JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Kebijakan yang dibuat oleh Dedi Mulyadi tuai banyak sorotan. Pasalnya Gubernur Jawa Barat membuat kebijakan terkait pengiriman siswa yang bermasalah ke barak militer.
Orang tua dari murid bernama Adhel Setiawan laporkan kebijakan terkait kepada Komnas HAM. Orang tua murid menganggap kebijakan yang dibuat oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melanggar HAM dan tidak sesuai dengan tujuan pendidikan.
orang tua Adhel juga mengungkapkan bahwa mengirimkan anak ke militer tidak sejalan dengan esensi pendidikan yang seharusnya memanusiakan manusia.
Baca Juga: Kritik Viral Remaja Soal Penghapusan Wisuda SMA/SMK, Dedi Mulyadi: Anda Miskin, Tapi Jangan Sok Kaya
Ia juga menjelaskan harusnya kenakalan pada anak atau siswa menjadi tugas guru dan orang tua dan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pendidikan. Karena kenakalan yang terjadi pada anak sering kali terjadi karena kurangnya ruang mereka untuk didengar.
Namun, Dedi menjelaskan terkait kebijakan yang dibuat merupakan bentuk tanggapan yang sebelumnya sudah dikeluhkan para orang tua yang kewalahan dalam mendidik anak mereka yang bermasalah.
Gubernur Jawa Barat juga mengungkapkan bahwa para murid yang dikirim ke barak militer merasa senang dan bahagia dengan kehidupan yang mereka jalani disana.
Baca Juga: Wali Murid Ditarik Iuran Rekreasi dan Ijazah
Ternyata kebijakan yang dibuat ini telah mendapatkan dukungan dari Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai. Menurutnya, program ini tidak melanggar HAM.
Pigai berpendapat untuk menjalankan program ini secara nasional jika dirasa efektif dan berjalan lancar.
Editor : Imron Arlado