Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Puncak Hari Jadi ke-732 Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Gus Barra-Wabup Mas Rizal Diarak Kereta Kencana

Khudori Aliandu • Sabtu, 10 Mei 2025 | 16:15 WIB
BERSEJARAH: Didampingi sang istri, Shofiya Hanak, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengawali prosesi upacara dengan menaiki kereta kencana dari Pringgitan menuju Pendapa Graha Majatama.
BERSEJARAH: Didampingi sang istri, Shofiya Hanak, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengawali prosesi upacara dengan menaiki kereta kencana dari Pringgitan menuju Pendapa Graha Majatama.

Momentum Bersejarah di Awal Kepemimpinan

KABUPATEN - Prosesi puncak perayaan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto selalu menjadi momen menarik. Pada peringatan Hari Jadi ke-732 tahun 2025 Jumat (9/5), Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggelar pertunjukan drama kolosal bermuatan sejarah berdirinya Kerajaan Majapahit.

Didampingi sang istri, Shofiya Hanak, Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengawali prosesi upacara dengan menaiki kereta kencana dari Pringgitan menuju Pendapa Graha Majatama dengan diiringi gending dan cucuk lampah serta puluhan pasukan Majapahitan. Disusul Wakil Bupati M. Rizal Oktavian bersama sang istri, Amelia Fitri Hudani.

Sontak drama kolosal bertemakan Surya Dadari ini membuat resepsi kian semarak dan memukau para tamu undangan. Disutradarai oleh Setu Raharjo, pertunjukan ini berkisah tentang berdirinya Kerajaan Majapahit. Berawal dari peristiwa geger Brang Wetan yang mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Singosari. Kerajaan Kartanegara digulung habis oleh Jayakatwang atas bantuan Arya Wiraraja. Sementara itu, Raden Wijaya diberi tanah di wilayah Tarik yang akan menjadi kerajaan besar di Nusantara Majapahit.

Setu Raharjo menuturkan, selain melibatkan puluhan seniman tari dan pengerawit, drama kolosal tersebut juga melibatkan ratusan pelajar, jenjang SD hingga SMA di Kabupaten Mojokerto. Acara berlangsung dengan meriah. Usai upacara berlangsung, tasyakuran Hari Jadi ke-732 Kabupaten Mojokerto berlanjut dengan melakukan pemotongan tumpeng di Peringgitan bersama unsur Forkopimda. ’’Hari ini merupakan hari yang bersejarah bagi kami, karena peringatan hari jadi tahun 2025 ini adalah peringatan hari jadi yang pertama pada masa kepemimpinan kami sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto,’’ ungkap Gus Bupati Albarraa.

Berdasarkan hasil penelitian, terang Gus Barra, penetapan Hari Jadi Kabupaten Mojokerto tanggal 9 Mei 1293 telah melalui kajian panjang, memperhatikan fakta sejarah terkait rangkaian peristiwa yang terjadi. Salah satu di antaranya saat Raden Wijaya mulai mengatur strategi untuk melawan pasukan Tar-Tar. Pada saat memperoleh izin dari panglima perang Tar-Tar untuk kembali dari kota Kediri ke Majapahit pada tanggal 2 bulan 4 Tarikh Cina. ’’Pada saat itulah, tonggak sejarah awal kemenangan diplomatik militer di pihak Raden Wijaya. Karena mulai saat itu secara bertahap berhasil mengalahkan pasukan Tar-Tar,’’ terangnya.

Peristiwa tersebut bertepatan dengan 9 Mei 1293. Sehingga, momentum itu dijadikan sebagai konsideran utama keputusan politik Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mojokerto sebagai Hari Jadi Kabupaten Mojokerto. Yang selanjutnya ditetapkan dengan keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Mojokerto Nomor 230/1993 tanggal 8 Mei 1993. ’’Sebagaimana tema hari jadi tahun ini, Bersatu untuk Mojokerto Lebih Maju, Adil dan Makmur, kami mengajak semua pihak untuk bersatu mewujudkan cita-cita Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur,’’ tandasnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Hari Jadi ke 732 Kabupaten Mojokerto #prosesi adat #kereta kencana