KABUPATEN - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meresmikan dan meletakkan batu pertama sejumlah proyek infrastruktur yang diharapkan memberikan asas manfaat kepada masyarakat, kemarin (7/5). Hal ini sekaligus sebagai simbolis semarak salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi ke-732 Kabupaten Mojokerto.
’’Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim kami resmikan seluruh proyek pembangunan infrastruktur yang sudah dilaksanakan. Termasuk, sejumlah proyek yang segera dibangun di tahun ini. Semoga memberi asas manfaat bagi masyarakat secara luas,’’ ungkap Bupati Albarraa.
Setidaknya ada tujuh proyek yang diresmikan dan ground breaking secara bersamaan. Di antaranya, Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Wisata Jatirejo Mojopahit Park di Desa Jatirejo melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa Tahun 2024 dengan anggaran Rp 5 miliar. Proyek ini mendukung Pemenuhan RTH Publik. ’’Sekaligus menyediakan ruang publik yang dapat digunakan oleh masyarakat, khususnya masyarakat Desa Jatirejo untuk kegiatan-kegiatan wisata, rekreatif, kemasyarakatan dan pendidikan. Termasuk, diharapkan bisa mendongkrak perekonomian masyarakat,’’ paparnya.
Lalu, peresmian Grha Sulpa Sthana, gedung kantor pelayanan pajak dan retribusi daerah yang dikelola oleh Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Mojokerto di Pasar Rakyat Bagusan, Desa Terusan, Kecamatan Gedeg. Selanjutnya, pembangunan gudang penyimpanan tembakau dengan anggaran Rp 808,4 juta bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCHT) di Desa Mojowono, Kemlagi. Pembangunan Jalan Lingkungan di Desa Kwatu, Kecamatan Mojoanyar sepanjang 1,3 kilometer dengan anggaran Rp 911,3 juta. ’’Selain kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto, kami juga meresmikan pembukaan Pelayanan Statistik Terpadu Badan Pusat Statistik Kabupaten Mojokerto,’’ tegasnya.
Dalam momentum peringatan hari jadi ini, Gus Barra juga melakukan peletakan batu pertama penanganan permukiman kumuh yang bersumber dari anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tematik dengan anggaran Rp 5,7 miliar. Kegiatan ini dilakukan secara terpadu yakni penanganan pada tujuh aspek kekumuhan, meliputi, pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni sebanyak 97 unit rumah, pembangunan IPAL Komunal, pembangunan TPS 3R, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan drainase lingkungan, proteksi kebakaran, dan pembangunan perpipaan sambungan rumah tangga air bersih dari Perumdam Majapahit.
’’Termasuk, kegiatan pasca konstruksi, pelatihan pengelolaan TPS 3R, pelatihan pengelolaan IPAL komunal, pelatihan penanganan kebakaran, pelatihan wirausaha untuk pelaku usaha mikro kecil serta pelatihan pengelolaan desa wisata,’’ jelas Albarraa.
Kegiatan DAK ini juga dilakukan secara kolaboratif. Sehingga pembiayaannya tidak hanya dari dana transfer pemerintah pusat dalam bentuk DAK, tetapi juga di-support anggaran pemda, anggaran pemdes, CSR dan swadaya masyarakat. ’’Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya pelaksanaan kegiatan DAK PPKT, dengan harapan semoga pembangunan infrastruktur ini dapat dilaksanakan dengan baik dan tentunya dapat membawa manfaat bagi masyarakat Desa Mojopilang,’’ tandasnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Mojokerto seiring mandatory spending yang diamanatkan oleh Undang-Undang 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. ’’Rasio prosentase alokasi anggaran belanja infrastruktur terhadap dana transfer umum yang diperhitungkan harus memenuhi porsi 40 persen,’’ jelasnya.
Rinciannya, infrastruktur jalan dan kebinamargaan, infrastruktur sumber daya air, sarana prasarana permukiman, pendidikan, kesehatan, infrastruktur pertanian peternakan dan perikanan yang mendukung ketahanan pangan. Termasuk infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung mitigasi bencana. ’’Proyek infrastruktur ini sekaligus wujud komitmen keberlanjutan pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat,’’ tuturnya.
Tak lupa, pihaknya turut mengajak masyarakat untuk mengucapkan selamat Hari Jadi ke-732 Kabupaten Mojokerto. ’’Semoga di umur yang lebih dari tujuh abad ini, Kabupaten Mojokerto semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera,’’ tegas Gus Barra. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi