Lima Tahun Mangkrak, Los Masih Melompong
KOTA - Kondisi Pasar Rakyat Prapanca di Kelurahan Mentikan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto kian memprihatinkan. Selain los yang masih melompong, di belakang pasar kini juga jadi kandang ayam aduan.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto, Selasa (6/5), kondisi di dalam Pasar Rakyat Prapanca tak ada geliat ekonomi. Karena dari total 104 los, seluruhnya masih tak berpenghuni alias kosong. ’’Blas tidak ada pedagangnya semua,’’ ungkap salah satu warga di lokasi.
Kondisinya juga tampak tak terurus dan berdebu. Bahkan, beberapa bagian proyek yang tuntas dibangun dari dana tugas pembantuan Kementerian Perdagangan (Kemendag) sebesar Rp 3 miliar tahun 2020 ini mengalami juga telah kerusakan. Di antaranya pada bagian atap dan talang air.
Sumber ini juga mengatakan, hanya ada beberapa kios saja di bagian depan pasar yang terisi. Itu pun tidak beroperasi setiap hari. ’’Ya, buka-tutup. Karena pagi, siang, dan sore sepi seperti ini,’’ sebutnya.
Mirisnya lagi, di bagian belakang Pasar Rakyat Prapanca saat ini terkesan kumuh. Sebab, terdapat belasan kandang ayam yang berjajar di aset milik Pemkot Mojokerto ini. ’’Sepertinya dibuat kandang ayam,’’ papar pengunjung di Taman Prapanca.
Meski dalam keadaan tertutup, kandang-kandang tersebut diduga dijadikan sebagai pemeliharaan ayam jantan aduan. Pasalnya, di area tersebut juga terdapat kalangan atau arena melingkar yang lazim menjadi tempat sabung atau adu ayam jago.
Dikonfirmasi, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya menyatakan akan memastikan terkait keberadaan kandang-kandang ayam tersebut. Namun, dia menyebut jika area belakang tidak masuk dalam kawasan Pasar Rakyat Prapanca. ’’Bukan punyanya kita, mungkin punya warga. Karena kalau tidak salah, yang belakang itu masuk bantaran sungai,’’ paparnya.
Ani juga menyebut telah berupaya untuk menghidupkan kegiatan perdagangan di pasar rakyat tersebut. Seluruh los yang masih lowong telah ditawarkan kepada calon pedagang, namun hingga kini masih nihil peminat. ’’Tetap kita tawar-tawarkan, tetapi sampai sekarang ini belum ada yang berminat,’’ tuturnya.
Karena itu, diskopukmperindag kini juga menyiapkan sejumlah opsi lainnya. Salah satunya menjadikan Pasar Rakyat Prapanca sebagai pasar sore. ’’Sudah pernah kami diskusikan dengan warga, mereka mau di dalam itu bisa buat ngopi dan jajanan. Jadi bukan pasar pagi, tetapi pasar sore,’’ pungkas dia. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi