Rumuskan Arah dan Prioritas Pembangunan Lima Tahun ke Depan
KABUPATEN - Pemkab Mojokerto melalui Bappeda menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mojokerto tahun 2025-2029 di Pendapa Graha Majatama Pemkab Mojokerto, kemarin (2/5).
Bupati Muhammad Albarraa membeberkan strategi pembangunan lima tahun ke depan bersama Wabup M. Rizal Oktavian untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur. ’’Musrembang RPJMD ini momentum strategis dalam merumuskan arah dan prioritas pembangunan daerah lima tahun ke depan. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, namun wujud nyata dari semangat partisipatif, kolaboratif, dan transparansi dalam merencanakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,’’ ungkap Gus Bupati.
Menurutnya, penyusunan RPJMD menjadi tugas pertama yang harus dituntaskan paling lambat enam bulan pasca dilantik pada 20 Februari 2025 lalu. Penyusunan RPJMD Kabupaten Mojokerto tahun 2025- 2029 ini harus disusun berdasarkan RPJPD Kabupaten Mojokerto tahun 2025-2045 yang selaras dengan RPJPN tahun 2025-2045, RPJPD Provinsi Jawa Timur tahun 2025-2045, RPJMN tahun 2025-2029, dan RPJMD Provinsi Jawa Timur tahun 2025-2029.
’’Untuk mewujudkan visi pembangunan, kami merumuskan empat misi yang kita beri nama Catur Abhipraya Mubarok, yang berarti, empat harapan atau keinginan untuk Mojokerto penuh berkah, menuju terwujudnya Kabupaten Mojokerto yang lebih maju, adil dan makmur,’’ jelas Gus Bupati.
Empat misi itu di antaranya, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik; mewujudkan SDM yang tangguh, cerdas, terampil, produktif, dan berkarakter melalui peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, serta menjaga ketenteraman masyarakat; membangun kemandirian ekonomi pada semua tingkatan, koperasi dan UM (usaha mikro) serta BUMDesa berbasis masyarakat guna mewujudkan keluarga yang sejahtera; meningkatkan pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan di semua sektor untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pelayanan publik dan mendukung akses sosial, budaya serta pelestarian lingkungan.
’’Untuk mewujudkan setiap misi, kami juga sudah merumuskan tujuan dan sasaran pembangunan daerah beserta indikator kinerjanya,’’ tuturnya. Pada misi pertama telah ditetapkan tujuan pembangunan daerah. Yakni, mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, transparan, akuntabel, dan responsif dengan indikator kinerja tujuan adalah indeks reformasi birokrasi.
Pada misi ini ditetapkan enam sasaran pembangunan daerah beserta indikator kinerjanya untuk menjadi acuhan bagi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam merumuskan rencana strategis (renstra) lima tahun ke depan. ’’Pada misi pertama ini kami tetapkan program pembangunan dan program unggulan kepala daerah. Antara lain, desa digital service,’’ tegasnya.
Kemudian, misi kedua, ditetapkan dengan tujuan pembangunan daerah adalah mewujudkan SDM (sumber daya manusia) berkualitas dan berkarakter dengan indikator kinerja tujuan adalah indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks kesalehan sosial. Yakni, ditetapkan lima sasaran pembangunan. ’’Yang menjadi program unggulan ini ada peduli sehat dengan pemberian jaminan kesehatan kepada masyarakat melalui program BPJS Kesehatan, peduli guru santri melalui pemberian insentif guru TPQ, dan program konsultasi dokter secara online. Ketiganya masuk program 100 hari kerja kami,’’ paparnya.
Sedangkan pada misi ketiga, mewujudkan kemandirian ekonomi dan pemerataan pendapatan dengan indikator kinerja tujuan adalah laju pertumbuhan ekonomi. Setidaknya ada sembilan sasaran pembangunan. ’’Sebagai program unggulan ada milenial kreatif, UMKM naik kelas dan peduli PPKS,’’ tuturnya.
Terakhir untuk misi keempat tujuan pembanguan daerah, mewujudkan pemerataan dan perluasan pembangunan infrastruktur di semua sektor. Sejumlah program unggulan pada misi keempat ini, lanjut Gus Bupati, meliputi bedah rumah, peduli bencana, dan peduli wilayah perbatasan.
Bedah rumah telah menjadi salah satu gebrakan 100 hari kerja dengan sasaran masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh dan menempati rumah tidak layak huni. Termasuk, peduli bencana, dengan meningkatkan kesiapsiagaan Kabupaten Mojokerto dalam menghadapi potensi bencana alam. Seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung yang kerap terjadi di beberapa kecamatan. ’’Dalam rangka meningkatkan kepedulian pemda kepada masyarakat di wilayah perbatasan, kami lakukan dengan pembangunan jembatan Talunbrak,’’ pungkas Gus Bupati. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi