BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meluncurkan dua balai ternak di Kabupaten Mojokerto, yakni Gembala Sejahtera di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas dan Tirto Mulyo di Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Selasa (29/4). Program ini merupakan wujud pemberdayaan ekonomi bagi para mustahik sekaligus pengentasan kemiskinan bagi masyarakat di Bumi Majapahit.
Dalam pengelolaannya, masing-masing kelompok ternak beranggotakan 15 orang mustahik dan didampingi pengurus Baznas serta dinas pertanian. Balai Ternak kambing ini merupakan yang ke-41 dari 54 balai ternak yang tersebar di seluruh Indonesia. Dalam peluncuran di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, hadir Ketua Baznas RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA.
Didampingi Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Albarraa, Lc, M. Hum; Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan Baznas Bidang SDM Keuangan dan Umum Kolonel CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani, serta Ketua Baznas Kabupaten Mojokerto, Zamroni Ahmad. ’’Melalui Balai Ternak ini, kami ingin meningkatkan populasi ternak juga memberikan dampak ekonomi agar mustahik bisa sejahtera,’’ ujarnya.
Kedepan, para peternak tidak hanya meningkatkan produksi ternak, tetapi juga mengembangkannya secara berkelanjutan. Sehingga kualitas hidup para mustahik bisa meningkat. ’’Baznas akan memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses permodalan ke peternak, sehingga mereka dapat mengembangkan usaha lebih mandiri dan profesional,’’ tambahnya.
Bupati Mojokerto Muhammad Al Barraa mengapresiasi program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, program ini bisa memberikan dampak yang luas. Pihaknya juga mengajak seluruh elemen untuk ikut berkolaborasi mengembangkan ekonomi bagi masyarakat Kabupaten Mojokerto. ’’Kami mengapresiasi Baznas dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita harus memastikan balai ternak ini bisa berjalan agar para peternak mendapat kehidupan yang sejahtera,’’ tambah Gus Barraa, sapaan akrabnya.
Jumlah populasi kambing balai ternak terdiri dari 6 ekor pejantan, 120 ekor jenis indukan dan 150 ekor bakalan jenis domba. Tidak hanya membudidayakan hewan ternak, para mustahik juga dilatih mengembangkan produk pertanian lain, seperti pembuatan pupuk kompos padat cair, penggemukan ternak harian dan kurban serta integrated farming system. ’’Pendampingan intensif dilaksanakan untuk menambah kemampuan peternak dan pengembangan aset serta modal kelompok,’’ terang Pimpinan Baznas Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan. (far/fen)
Editor : Hendra Junaedi