Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kritik Viral Remaja Soal Penghapusan Wisuda SMA/SMK, Dedi Mulyadi: Anda Miskin, Tapi Jangan Sok Kaya

Eki Septian Tri Wulansari • Selasa, 29 April 2025 | 03:54 WIB

 

Kritik Viral Remaja Soal Penghapusan Wisuda SMA/SMK, Dedi Mulyadi: Anda Miskin, Tapi Jangan Sok Kaya
Kritik Viral Remaja Soal Penghapusan Wisuda SMA/SMK, Dedi Mulyadi: Anda Miskin, Tapi Jangan Sok Kaya

RADAR MOJOKERTO - Dilansir dari kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, jawaban kritis seorang remaja menuai atensi publik terkait penghapusan wisuda SMA/SMK.

Penetapan kebijakan penghapusan wisuda bagi seluruh jenjang sekolah mulai dari SD hingga SMA/SMK ternyata menuai pro kontra bagi para siswa hingga orang tua murid.

Sebelumnya, kebijakan ini dibuat dengan mempertimbangkan kesejahteraan dan kemampuan orang tua. Beban biaya wisuda menduduki peran penting dalam turunnya kebijakan ini. 

Video berdurasi 33 menit menunjukkan perdebatan antara Dedi Mulyadi selaku Gubernur Jawa Barat dengan salah seorang remaja lulusan SMA bernama Aura Cinta. Kekecewaannya diungkap dengan tegas dan meminta Dedi Mulyadi untuk tetap mengizinkan adanya perpisahan sekolah.

Aura Cinta juga diketahui selaku korban penggusuran karena rumahnya berada di bantaran sungai dan di atas tanah negara. Sontak hal ini membuat Dedi Mulyadi geram dan melontarkan jawaban menohok untuk permohonan penghapusan wisuda dari remaja tersebut. 

“Kenapa miskin pengen hidup bergaya, sekolah harus perpisahan. Kamu kan miskin, kenapa orang miskin gak prihatin” ungkap Dedi Mulyadi. 

Pernyataan tersebut mencuat setelah Aura mengatakan bahwa keluarganya memang berada dari kategori tidak mampu dan meminta keadilan atas penggusuran rumahnya.

 

Baca Juga: Cara Mudah Menghitung Weton Jodoh hingga Perceraian Menurut Tradisi Jawa

 

Tak berhenti disitu, mendengar pernyataan Dedi sebelumnya, Aura kembali menegaskan keinginannya untuk tetap mengadakan wisuda di tengah kebijakan pemerintah yang juga tengah menggusur wilayah tempat tinggalnya.

 

“Wisuda jangan dihapus Pak, kan gak semua orang bisa terima. Terus kalau misalnya wisuda dihapus, terus misalnya Bapak juga ngebalikin minta pajak sama saya (atas penggusuran rumah), padahal kan saya miskin, apakah …” ungkap Aura yang kemudian dipotong oleh Dedi Mulyadi.

“Bukan minta pajak, saya balik, Anda miskin, tapi jangan sok kaya” tutur Dedi Mulyadi

 

Baca Juga: Seleksi PPPK di Kota Mojokerto Ketat

 

“Orang miskin tuh prihatin, membangun masa depan. Seluruh pengeluaran ditekan, digunakan untuk yang positif, bisnis, pengembangan diri, lha ini rumah gak punya, tinggal di bantaran sungai, orang yang lain tuh menyambut gembira ketika wisuda dihapus, keluarga ini menolak wisuda dihapus, ya kalau gitu saya ga usah bantu kerohiman” Lanjut Dedi Mulyadi yang membuat sang remaja terdiam.

Perdebatan ini kemudian menjadi viral di khalayak luas, hingga menimbulkan pro kontra atas jawaban Dedi Mulyadi yang dianggap terlalu menohok kepada permintaan Aura. Di sisi lain, beberapa pihak setuju atas ketegasan Dedi Mulyadi untuk tetap meniadakan wisuda dengan pertimbangan faktor ekonomi setiap keluarga.

Editor : Imron Arlado
#dedi mulyadi #KDM #korban penggusuran #pro kontra #video viral #Wisuda SMA #Wisuda SMK #pajak #Beban Orangtua #Aura Cinta #faktor ekonomi #orang miskin #perpisahan #kritik