Bertepatan saat Upacara Hari Otoda ke-29
KABUPATEN - Bupati Muhammad Albarraa memimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah (Otoda) yang Ke-29 di halaman Kantor Pemkab Mojokerto, Jumat (25/4). Dalam momentum ini, Albarraa turut menyerahkan petikan keputusan bupati tentang pengangkatan kepada ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024.
’’Formasi tahun 2024, Kabupaten Mojokerto mengangkat Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai CPNS sebanyak 85 orang, dan PPPK sebanyak 347 orang,’’ ungkap Gus Barra saat memberikan arahan.
Menurutnya, pengangkatan ASN tersebut dilakukan sebagai upaya Pemkab Mojokerto memaksimalkan proses pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Sekaligus, untuk mewujudkan Kabupaten Mojokerto menjadi lebih maju, adil dan makmur sebagaimana visinya bersama Wabup M. Rizal Oktavian lima tahun ke depan. ’’Pengangkatan CPNS dan PPPK ini merupakan upaya pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan ASN di Kabupaten Mojokerto. Sebab, tersedianya SDM ASN yang unggul menjadi salah satu kebutuhan penting dalam melaksanakan visi dan misi bupati dan wakil bupati,’’ beber Gus Bupati.
Pemerintah Kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk melaksanakan manajemen ASN yang sesuai dengan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku. Hal itu untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik. Oleh karenanya, Gus Barra memastikan, mulai dari proses seleksi hingga pengangkatan, para calon ASN, baik CPNS maupun PPPK tidak dikenakan biaya apapun. ’’Kami sampaikan bahwa proses seleksi dan pengangkatan ASN tidak dipungut biaya atau gratis. Semua proses dilaksanakan secara transparan dan akuntabel,’’ tegasnya.
Penyerahan petikan keputusan bupati tentang pengangkatan CPNS dan PPPK dilakukan secara simbolik di hadapan sedikitnya 85 peserta upacara. Lalu, dilanjutkan dengan penerimaan penghargaan atas percepatan dan pengadaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang diserahkan oleh Kepala Kantor Regional (Kanreg) II BKN Surabaya A. Darmuji kepada Bupati Mojokerto.
Mengusung tema Sinergi Pusat dan Daerah Membangun Nusantara Menuju Indonesia Emas 2045, pada upacara peringatan Hari Otoda ke-29 ini, Gus Bupati turut menyampaikan sambutan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian.
Pada sambutan tersebut terdapat beberapa poin penting yang menjelaskan betapa pentingnya sinkronisasi kepemerintahan. Terutama pada hierarki kepemerintahan secara vertikal. Tidak hanya sinkronisasi secara visi, pengambilan kebijakan mulai dari pemerintahan di tingkat kota/kabupaten, provinsi, hingga pada tingkat pusat, diharuskan selaras dan saling bersinergi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Tak urung, Gus Barra mengajak para jajaran pejabat Pemkab Mojokerto beserta jajaran Forkopimda yang turut hadir, agar bersama-sama menjadi mitra pembangunan nasional. Dengan mengedepankan sinergi dan kolaborasi untuk keefektifan dan pemerataan pembangunan. ’’Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga harus menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal agar Indonesia dapat berkembang secara adil dan merata,’’ pungkas Gus Barra. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi