PKD Indonesia Siap Jadi Garda Terdepan Sukseskan Program Pemkab
KABUPATEN - Persaudaraan Kepala Desa (PKD) Indonesia Kabupaten Mojokerto menggelar audiensi bersama Pemkab Mojokerto di ruang Satya Bina Karya (SBK), kemarin (23/4). Selain membahas efisiensi anggaran yang berimbas terhadap bantuan keuangan (BK) desa, mereka juga menyatakan komitmen untuk bersinergi dan siap menjadi garda terdepan menyukseskan program pemkab.
Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menyambut baik audiensi yang digelar bersama PKD Indonesia ini. Bahkan, Gus Bupati memastikan pembangunan yang di Kabupaten Mojokerto bakal dilakukan secara profesional dan proporsional. ’’Intinya setiap program yang kita lakukan bukan atas dasar kita suka atau tidak suka, tetapi secara berkeadilan,’’ ungkapnya.
Melalui efisiensi anggaran, sejumlah program yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat harus direalisasikan. Meliputi, jaminan kesehatan bagi masyarakat, pendidikan, hingga peningkatan ekonomi masyarakat. Termasuk bedah rumah tidak layak huni.
’’Khusus BK desa, saat ini ada beberapa hal yang menjadi prioritas. Ada irigasi, jalan usaha tani (JUT), jalan lingkungan, dan kantor desa. Ini yang akan kita fokuskan dulu. Ini harus diselesaikan permasalahan-permasalahan yang ada di desa-desa,’’ tegasnya.
Kendati demikian, Gus Bupati menyadari, pihaknya tidak bisa menyenangkan hati semua masyarakat secara instan. ’’Tetapi ada prinsip yang harus saya lakukan. Bahwasannya memberikan kemaslahatan kemakmuran dan kebijakan kepada masyarakat Kabupaten Mojokerto itu adalah prinsip yang tidak memungkinkan ditinggalkan,’’ tandasnya.
Sementara itu, Koordinator PKD Indonesia Kabupaten Mojokerto Sunardi menegaskan, organisasi PKD Indonesia di Kabupaten Mojokerto ini bagian dari hak kebebasan berserikat yang dijamin oleh konstitusi.
’’Sejalan dengan itu, kami dari PKD Indonesia berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mengawal dan menyukseskan program pemerintahan, dalam hal ini Gus Barra sebagai Bupati Mojokerto,’’ ungkapnya. PKD Indonesia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah daerah (pemda) yang sudah diterima dengan baik dalam audiensi tersebut. Termasuk mengakomodir serta memberikan kepastian jika BK desa di tahun berjalan tetap ada.
’’Khususnya bagi desa-desa yang sebelumnya dapat (BK desa), namun terdampak efisiensi, bahwa itu akan diprioritaskan di perubahan anggaran keuangan (PAK) yang saat ini masih berproses,’’ tegasnya.
Hal yang sama diungkapkan Kades Cinandang Agus Siswahyudi. Menurutnya, PKD Indonesia menerima secara rasional apa yang menjadi jawaban atas efisiensi BK desa yang dilakukan pemkab dalam APBD 2025. Termasuk menyambut baik komitmen pemkab yang memastikan jika BK desa tetap ada melalui P-APBD 2025 yang saat ini tengah berproses.
’’Dan itu sudah disampaikan Pak Sekda (Teguh Gunarko) secara tegas, bahwa teman-teman desa yang terdaftar di BK reguler 2025 akan diprioritaskan mendapat di perubahan (APBD) 2025. Ini menjadi catatan penting bagi kami. Insya Allah ini akan kami kawal. Muda-mudahan menjadi satu komitmen untuk menuju Kabupaten Mojokerto yang lebih baik dan maju, sesuai yang dicita-citakan bapak bupati,’’ paparnya.
Agus juga menegaskan jika PKD Indonesia bukan organisasi oposisi seperti isu yang berkembang belakangan ini. ’’Intinya, kami, PKD Indonesia mendukung kepemimpinan Gus Barra, menyukseskan apa yang menjadi visi dan misi beliau,’’ pungkasnya. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi