Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Perkuat Peran Perempuan

Khudori Aliandu • Selasa, 22 April 2025 | 16:10 WIB
BERDAYAKAN PEREMPUAN: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Ketua TP PKK Shofiya Hanak Albarraa menyatakan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui pelatihan keterampilan kader PKK.
BERDAYAKAN PEREMPUAN: Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa dan Ketua TP PKK Shofiya Hanak Albarraa menyatakan komitmennya dalam memperkuat peran perempuan melalui pelatihan keterampilan kader PKK.

Latih Keterampilan Kader PKK untuk Tingkatkan Ekonomi Keluarga

 KABUPATEN - Momentum Hari Kartini 2025 dimanfaatkan Pemkab Mojokerto untuk menguatkan peran perempuan dalam peningkatan ekonomi keluarga. Bertempat di Pendapa Graha Majatama (GMT), ratusan kader PKK mendapat pelatihan keterampilan, kemarin (21/4).

 Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Mojokerto ini menyasar penguatan kapasitas perempuan melalui pelatihan membuat tas goni kombinasi sulam pita, tas anyaman plastik dengan teknik decoupage, serta olahan makanan berbahan dasar tape dan singkong.

 Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa yang hadir membuka kegiatan tersebut menyampaikan, perempuan memiliki peran penting dalam pembangunan. Semangat RA Kartini harus menjadi inspirasi bagi perempuan masa kini agar lebih berdaya.

 ’’Perempuan-perempuan ini bukan hanya pelengkap hidup, tetapi perempuan-perempuan adalah pasangan hidup yang mampu berdikari, mampu berkarir, dan mampu untuk melakukan banyak hal dalam rangka membantu keberlangsungan rumah tangga. Tetapi, tetap ada koridor-koridor dan ketentuan yang berlaku,’’ ungkap Gus Bupati sapaan karib Muhammad Albarraa. 

Menurutnya, pelatihan ini merupakan bagian dari program perempuan berdaya yang diusung pemerintah daerah (pemda). Tujuannya, agar para ibu rumah tangga memiliki keterampilan ekonomi tanpa harus meninggalkan peran utamanya dalam keluarga.

 ’’Seorang perempuan itu adalah tiang satu negara, jika tiang itu berdiri, maka negara ini akan kukuh berdiri. Kalau perempuan itu dihancurkan, maka hancurlah sebuah negara. Jadi perempuan adalah penentu nasib bagi bangsa dan negara,’’ tegasnya. 

Gus Bupati turut menyinggung semangat RA Kartini selama memperjuangkan emansipasi perempuan di masa kolonial. Emansipasi yang dimaksud ini bukan untuk menyaingi laki-laki, tetapi kesetaraan dalam mendapatkan hak. Termasuk hak atas pendidikan dan ekonomi.

 ’’RA Kartini ini juga tidak hanya belajar atau tidak hanya memperjuangkan harkat dan martabat perempuan-perempuan Jawa pada waktu itu. Beliau juga belajar ilmu agama dan murid dari KH Soleh Darat, Semarang. KH Soleh Darat itu punya tafsir namanya Minat Dulumati Ilannur yang kemudian oleh RA Kartini diartikan, habis gelap terbitlah terang. Itu terinspirasi dari tafsirnya yang dikarang oleh KH Soleh Darat,’’ imbuhnya.

 Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Mojokerto Shofiya Hanak Albarra mengungkapkan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan simbolis dalam rangka memperingati Hari Kartini 2025. Melainkan langkah konkret untuk membekali perempuan dengan keterampilan yang aplikatif. ’’Kita semua mengenakan kebaya ini bukan hanya simbolis saja, namun kita buktikan dengan karya yang nyata. Artinya, berkomitmen bersama untuk meningkatkan kualitas diri dan meningkatkan penguatan ekonomi keluarga,’’ ungkapnya.

 Ning Hana, begitu Shofiya Hanak Albarra akrab disapa, menegaskan, kegiatan ini juga mendukung program Gerakan Keluarga Indonesia dalam Peningkatan Kualitas Pendidikan dan Pengelolaan Ekonomi (Gelari Pelangi) yang merupakan bagian dari 10 program pokok PKK.

 Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal pemberdayaan perempuan Mojokerto dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. ’’Sekaligus menegaskan bahwa perempuan masa kini bisa berkarya dan mandiri dalam bingkai keluarga yang harmonis dan sejahtera,’’ tegasnya.

 Kepala DPMD Kabupaten Mojokerto Yudha Akbar Prabowo menambahkan, pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama dimulai pada April 2025. Tahap ini fokus pada pelatihan pembuatan tas untuk peserta dari Kecamatan Pacet dan Jatirejo. Sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan pada Juli, dengan materi olahan makanan dan menyasar peserta dari Kecamatan Gondang dan Trawas.

 ’’Total peserta sebanyak 160 orang. Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah menciptakan jiwa wirausaha (entrepreneur) yang tangguh bagi kader PKK. Kedua, meningkatkan kualitas produk dan kemasan produk sesuai dengan jenis dan kuantitas yang akan dikemas,’’ paparnya.

 Selain itu, lanjut Yudha, bagi kader PKK yang telah mempunyai usaha produk olahan dapat segera menyelesaikan legalitas produk sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan standar yang telah ditentukan. Seperti, NPWP, SIUP, PIRT, dan sertifikat produk. ’’Sehingga tidak kesulitan akan melakukan pemasaran dan yang terakhir memberikan bekal keterampilan untuk peningkatan ekonomi keluarga,’’ pungkasnya. (ori/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Tingkatkan Ekonomi Keluarga #Pemkab Mojokerto #hari kartini #peran perempuan