Fokus Jenjang SMP untuk Tahun Ajaran Baru
SEMENTARA itu, Pemkab Mojokerto mengusulkan dua tempat untuk pilot project program pemerintah pusat dalam mewujudkan percepatan penyelenggaraan Sekolah Rakyat (SR) pada tahun ajaran baru 2025/2026. Dua lokasi ini mampu menampung empat rombongan belajar (rombel) dengan kapastitas tiap rombelnya 25 pelajar.
Masing-masing gedung rumah aman anak milik Dinsos di Jalan Brangkal, Kecamatan Sooko dan Balai Diklat di Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto. Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa mengatakan, dua tempat yang disiapkan untuk pelaksanaan SR ini sambil menunggu pembangunan SR berbasis asrama di Dawarblandong. ’’Dua tempat yang kita usulkankan ini bersifat sementara untuk pelaksanaan sekolah rakyat tahun ajaran baru Juli nanti,’’ ungkapnya.
Kebijakan itu menjadi komitmen Pemkab Mojokerto melakukan suksesi program unggulan Presiden Prabowo Subianto dalam memberikan akses pendidikan yang berkeadilan kepada masyarakat. Khususnya bagi anak-anak keluarga prasejahtera maupun miskin ekstrem yang masuk kategori desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). ’’Sesuai DTSEN yang diterima dari pemerintah pusat, Kabupaten Mojokerto ada 46.481 warga yang harus dilakukan verval,’’ jelasnya.
Sebagai permulaan, pemkab tak lantas membuka untuk seluruh jenjang, Gus Barra menegaskan, jika tahun ini mengusulkan untuk sementara hanya jenjang SMP. ’’Setelah dilakukan verval jenjang SMP usia 12-13 tahun ini ada 6.571 anak yang hendak masuk SMP kelas VII,’’ tambahnya.
Pemkab Mojokerto mengusulkan dua tempat untuk pilot project pada tahun ajaran baru 2025/2026. Dua lokasi ini mampu menampung rombel dengan kapastitas tiap rombelnya 25 pelajar. ’’Untuk kepastiannya kita tetap menunggu persetujuan pemerintah pusat. Prinsipnya dari dua tempat ini kita usulkan masing-masing dua rombel, dengan total 100 siswa jenjang SMP,’’ papar Bupati Albarraa.
Sambil menunggu formula juknis rekrutmennya, dinsos saat ini juga sudah melangkah ke masing-masing rumah warga. Dengan membawa form kesanggupan. Dinas ini mengerahkan pendamping PKH untuk melakukan pendataan para calon siswa yang berminat masuk SR yang tengah digagas saat ini. ’’Ketika ada yang tertarik, mereka akan mengisi form kesanggupannya. Setidaknya data ini nanti akan mejadi gambaran awal pemkab dalam pelaksanaan sekolah rakyat yang Insyaallah akan dimulai tahun ini,’’ jelasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi