KABUPATEN - Lima proyek infrastruktur dalam waktu dekat segera digeber sebagai percepatan pembangunan daerah. Itu setelah paket senilai total Rp 20 miliar untuk pekerjaan APBD 2025 muncul pemenang dan tidak kena imbas efisiensi.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, lima paket APBD 2025 yang sudah masuk pengadaan melalui sistem e-katalog konstruksi saat ini tinggal teken kontrak saja. Itu setelah sebelumnya paket pengerjaan konstruksi jalan sudah dilakukan pengandaan sejak Desember 2024. ’’Untuk lima proyek di 2025 ini, sudah ada lima paket yang sudah ada pemenangnya, saat ini tinggal teken kontrak saja,’’ ungkapnya.
Bahkan, sebenarnya sesuai timeline lima proyek tersebut bakal diteken kontrak pada 6 Januari lalu. Sayangnya hal itu tidak bisa dilanjutkan lantaran ada penundaan pengadaan barang dan jasa. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Bersama nomor SE-900.1.3/6629.A/SJ dan SE- 1/MK.07/2-24 tentang Tindak Lanjut Arahan Presiden Mengenai Pelaksanaan Anggaran Transfer Ke Daerah Tahun Anggaran 2025.
Akibat SE yang dikeluarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Menteri Keuangan (Menkeu) ini membuat proses pengadaan proyek harus dihentikan. ’’Tetapi kalau sekarang aturannya sudah keluar, dan lima proyek ini tidak kena imbas efisiensi. Ya, kita bisa lanjutkan untuk teken kontrak,’’ tegas Henri.
Kendati begitu, Henri belum bisa memastikan kapan direalisasikan. Sebab, sampai saat ini pihaknya masih menunggu arahan dari pimpinan. ’’Paling cepat ya dalam bulan ini, tetapi kami belum bisa memastikan kapan waktunya,’’ paparnya.
Lima paket proyek ini utamanya untuk pembangunan infrastruktur jalan raya. Pengadaan lebih awal ini menjadi komitmen pemda melakukan percepatan pembangunan daerah. Meliputi, pelebaran jalan menuju standar ruas Kepuhanyar-Ngimbangan dengan pagu Rp 6,8 miliar; rekonstruksi jalan ruas jalan Lengkong-Gondang pagu Rp 6,5 miliar; pelebaran jalan menuju standar ruas Banjaragung-Balongmojo dan pelebaran jalan menuju standar ruas Bendung-Bantengan masing-masing pagu Rp 3 miliar dan Rp 2,5 miliar.
Dan yang terakhir ada pelebaran jalan menuju standar ruas Ketapanrame-Dlundung dengan pagu Rp 1,2 miliar. Dengan total, pada tahap awal ini nilainya sebesar Rp 20 miliar. ’’Pokoknya lebih cepat lebih baik karena untuk percepatan pembangunan daerah juga,’’ tambah Henri menegaskan.
Menurutnya, lima proyek ini memang kelengkapannya sudah disiapkan. Seperti halnya Detail Engineering Design (DED) yang kini disiapkan lebih awal melalui anggaran yang diploting pada P-APBD 2024. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi