Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Produksi Padi dan Jagung Tembus 328 Ribu Ton

Khudori Aliandu • Selasa, 14 Januari 2025 | 14:35 WIB
RAKOR: Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko pimpin rakor ketahanan pangan di ruang SBK Pemkab Mojokerto, kemarin (13/1).
RAKOR: Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko pimpin rakor ketahanan pangan di ruang SBK Pemkab Mojokerto, kemarin (13/1).

KABUPATEN - Produktivitas pertanian padi di Kabupaten Mojokerto berhasil menyumbang ketahanan pangan capai 328 ribu ton pada 2024. Angka tersebut meningkat 13 ribu ton dibanding tahun sebelumnya.

Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko, mengatakan, ketahanan pangan di Kabupaten Mojokerto masih sangat produktif. Khususnya pertanian komiditas padi, jagung, dan kedelai (pajale). ’’Tiap tahunnya produktivitas trennya terus meningkat, khususnya padi dan jagung,’’ ungkapnya.

Sepanjang 2024 produktivitas kebutuhan pokok masyarakat ini mencapai 328.241 ton. Angka ini meningkat dibanding tahun sebelumnya yang ada di angka 315.200 ton. Kondisi itu membuktikan jika swasembada pangan di bumi Majapahit berhasil dilakukan. ’’Artinya apa? Tiap tahun berhasil menyumbang ketahanan pangan nasional ratusan ribu ton. Bahkan sepanjang 2024 naik 13 ribu ton,’’ paparnya.

Kondisi ini tentu menjadi angin segar  dan komitmen pemkab menjadikan Bumi Majapahit swasembada pangan. Sejalan dengan program yang digagas pemerintah pusat di bawah komando Presiden RI Prabowo Subianto. Teguh menegaskan, produktivitas 328 ribu ton ini juga jauh melebihi kebutuhan konsumsi penduduk Kabupaten Mojokerto di angka 120.000 ton beras per tahun untuk 1,1 juta jiwa. begitu juga dengan komoditas jagung juga surplus dingka 264 ribu ton dari sebelumnya 249 ton. ’’Ada kenaikan 14,5 ribu ton dalam setahun. Jika melihat angka-angka ini, produktivitas padi dan jagung kita surplus tiap tahunnya.’’ jelasnya.

Peningkatan ini juga selaras dengan program prioritas pemkab tiap tahunnya. Baik pembangunan saluran irigasi hingga pemenuhan bibit unggul kepada para petani. Termasuk perbaikan bendung hingga normalisasi saluran pertanian dan waduk. Tak kalah penting kesadaran petani menggunakan tegnologi pertanian. ’’Meski musim kemarau, petani tetap bisa tanam karena suplai air tercukupi. Jadi yang biasanya tanam dua kali tadah hujan, sekarang bisa sampai tiga kali karena ada stok air,’’ paparnya. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pertanian #Pemkab Mojokerto