Dibahas dengan Bappeda, Bakal Dianggarkan lewat Multiyears
KABUPATEN - Sejumlah gagasan dan proyek strategis mulai dirancang pasangan Muhammad Albarraa-M. Rizal Octavian usai ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Mojokerto terpilih periode 2025-2030.
Salah satu yang paling prestise adalah rencana pemindahan pusat pemerintahan atau kompleks kantor bupati yang selama ini berada di Jalan A. Yani, Kota Mojokerto, untuk dialihkan ke wilayah Kabupaten Mojokerto.
Selain untuk memudahkan koordinasi antarlembaga pemerintahan, gagasan yang gencar disuarakan pasangan berakronim Mubarok selama kampanye tersebut juga bertujuan untuk memunculkan pusat perekonomian baru di bumi Majapahit. Sehingga, pertumbuhan ekonomi masyarakat ikut terangkat, dan kesejahteraan bisa segera terwujud.
Tim perumus yang telah dibentuk juga siap menyodorkan gagasan tersebut ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Mojokerto. Dengan harapan, agar dimasukkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk lima tahun ke depan. ’’Kami sudah merapatkan ini (pemindahan ibu kota, Red) dan menyampaikan ke Bappeda, agar program ini bisa terealisasi,’’ ujar Gus Barra, sapaan karib Muhammad Albarraa, kemarin (11/1).
Namun, Gus Barra mengaku proyek infrastruktur tersebut tidak bisa diwujudkan dalam jangka waktu satu atau dua tahun. Melainkan sedianya dimasukkan dalam program multiyears. Mengingat, besarnya anggaran yang dibutuhkan dalam proses pemindahan pusat perkantoran pemerintahan tersebut. Multiyears adalah pelaksanaan pekerjaan yang mengikat dana anggaran untuk masa lebih dari satu tahun anggaran (TA) yang dilaksanakan dan dibiayai melalui APBD.
Selain itu, keduanya juga masih fokus pada pembenahan kesejahteraan masyarakat di awal-awal masa kepemimpinan Gus Barra-Mas Rizal. Khususnya, di bidang kesehatan dan pendidikan yang selama ini dirasa belum merata dirasakan masyarakat.
’’Bisa terealisasi meskipun tidak dalam satu tahun, tapi bertahap atau multiyears. Inti dari pemindahan pusat pemerintahan ini agar ada pertumbuhan ekonomi baru, dan ini akan membangkitkan perekonomian di Mojokerto. Sesegera mungkin kami akan berbicara dengan Bappeda,’’ tandas pria yang saat ini menjabat wakil bupati tersebut.
Saat ini, pasangan Gus Barra-Mas Rizal tengah fokus pada rumusan program prioritas untuk 100 hari kerja. Program 100 hari kerja tersebut mengacu pada visi-misi yang mereka sampaikan saat kampanye pilkada. Yakni, mewujudkan Kabupaten Mojokerto lebih maju, adil, dan makmur. Utamanya, di bidang pendidikan dan kesehatan sebagai kebutuhan utama masyarakat yang harus dicukupi.
Selain itu, penanganan bencana banjir yang sempat melanda sejumlah desa dan kecamatan beberapa waktu lalu. Bahkan, tim perumus siap merapatkan barisan dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) guna membahas soal aliran air agar tidak sampai meluap ke pemukiman warga saat hujan deras atau dampak luapan sungai. ’’Banjir yang akhir-akhir ini terjadi menjadi perhatian kami agar tidak terulang lagi. Dan kami akan rapat besar dengan BBWS dalam menangani banjir,’’ tandas Gus Barra. (far/ris)
Editor : Hendra Junaedi