Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto
DINAS PUPR Kabupaten Mojokerto berhasil menuntaskan 16 paket perbaikan infrastruktur bendung dan saluran irigasi yang menjadi prioritas pada 2024. Proyek senilai total Rp 9,546 miliar sebagai dukungan pemda menjadikan bumi Majapahit swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas pertanian.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin melalui Kabid Sumber Daya Air (SDA), Rois Arif Budiman mengatakan, sesuai ploting APBD 2024, tahun ini ada 16 paket proyek yang jadi fokus perbaikan infrastruktur bendung dan saluran irigasi. Pengerjaan proyek fisik ini pun kini sudah tuntas 100 persen. ’’Dari 16 paket itu, sembilan pengerjaan bendung, dan tujuh lainnya jaringan irigasi pertanian. Alhamdulillah sebelum akhir tahun semua proyek sudah tuntas dan asas manfaatnya langsung dinikmati masyarakat, terkhusus para petani,’’ ungkapnya.
Belasan proyek ini lanjut Rois, sama seperti tahun sebelumnya, untuk mendukung produktivitas hasil pertanian. Dengan infrastruktur bendung dan irigasi yang apik akan berimbas pada panen yang meningkat. ’’Dengan saluran irigasi yang mewadai ini diharapkan akan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian. Sehingga jauh ke depan, mampu menjadikan Kabupaten Mojokerto swasembada pangan,’’ jelasnya.
Dari sejumlah paket tersebut, ada sejumlah pengerjaan fisik yang dilakukan. Di antaranya, pekerjaan bangunan bendung, pekerjaan bangunan sadap, pekerjaan pintu air dan pekerjaan saluran. Tak sekadar itu, perbaikan juga difokuskan pada pergantian pintu dam. Jika dulunya, masih menggunakan slot balok, kini bakal diganti dengan pintu besi/baja. Lebar pintu juga kita maksimalkan mengurangi dampak sampah menyangkut. ’’Kami bersyukur pengerjannya juga bisa selesai sebelum musim hujan. Tepat waktu dan mutu sebagaima hasil pengujian dan pengawasan di lapangan,’’ paparnya.
Perbaikan infrastruktur untuk mendukung pertanian ini memang tiap tahun selalu menjadi prioritas pemda. Bahkan jika dibandingkan tahun lalu, tahun ini ada kenaikan. Jika sebelumnya pagunya sebesar Rp 8,5 miliar dengan sasaran 10 paket pengerjaan, tahun ini ada 16 dengan pagu Rp 11,9 miliar. ’’Sesuai teken kontrak, 16 paket proyek itu menelan anggaran sebesar Rp 9,546 miliar dari pagu Rp 11,9 miliar. Jadi tahun ini ada efisiensi sebesar Rp 2,4 miliar,’’ beber Rois.
Belasan paket itu di antaranya, pembangunan konstruksi-peningkatan jaringan irigasi Bendet dan Kemiri Bawah. Lalu ada pembangunan irigasi, konstruksi dan rehabilitasi bendung Ngungkung dan Bendung Sudimoro. Pembangunan Irigasi, konstruksi dan rehabilitasi bendung Mojogeneng, Desa Kalen, Kecamatan Dlanggu. Selanjutnya, pembangunan Irigasi, konstruksi dan rehabilitasi bendung Tempuran. Lalu, rehabilitasi bendung Bringin dan Rehabilitasi Bendung Trimo. Rehabilitasi jaringan irigasi Janjing, dan rehabilitasi jaringan irigasi Lebak Sumengko. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi