Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pemkab Mojokerto Kolaborasi Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

Khudori Aliandu • Rabu, 18 Desember 2024 | 14:55 WIB
RAKOR: Bupati Ikfina Fahmawati pimpin rakor pelaksanaan high level meeting TPID Kabupaten Mojokerto jelang Nataru di Ruang SBK, bersama perangkat daerah dan instansi terkait, Senin (16/12).
RAKOR: Bupati Ikfina Fahmawati pimpin rakor pelaksanaan high level meeting TPID Kabupaten Mojokerto jelang Nataru di Ruang SBK, bersama perangkat daerah dan instansi terkait, Senin (16/12).

Gelar Pasar Murah hingga Pemerataan Wulandari

KABUPATEN - Pemkab Mojokerto mengajak semua pihak sinergi dan kolaborasi untuk melakukan pengendalian inflasi daerah jelang Hari Besar Keagamaan Nasional Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Dalam momentum ini, Bupati Ikfina Fahmawati juga meminta pemerataan program Warung Pengendalian Inflasi dan Penggunaan Produk dalam Negeri (Wulandari) di seluruh pasar.

Dalam arahannya, Bupati Ikfina menekankan pentingnya sinergisitas dan kolaborasi tim TPID untuk memberikan kontribusi positif dan efektif terhadap pengendalian inflasi di bumi Majapahit. Dia pun mengambil contoh perbedaan mencolok harga cabai merah di Pasar Bangsal yang mencapai Rp10 ribu per kilogram, sementara di Pasar Pacet mencapai Rp38 ribu per kilogram. ’’Apakah ini pengambilan data apa perlu diperbaiki atau faktanya di lapangan seperti itu. Jika benar, ini menjadi pekerjaan rumah kita ke depan  untuk mengambil analisa dari perbedaan harga satu komoditi dari 20 pasar yang ada di Kabupaten Mojokerto yang sedang kita pantau,’’ ungkap  Bupati Ikfina di tengah memimpin pelaksanaan high level meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Mojokerto jelang Nataru di Ruang Satya Bina Karya (SBK), Senin (16/12).

Dalam mengendalikan harga, Bupati Ikfina menyoroti pentingnya memanfaatkan aplikasi Sinergi Smart yang dibuat oleh disperindag untuk memantau perubahan harga secara real time. ’’Instrumen Sinergi Smart ini sangat luar biasa buat kita semuanya. Sehingga ketika ada satu perubahan harga yang signifikan maka intervensi kita akan bisa langsung sesuai operasi pasar yang akan dilaksanakan di pasar tersebut,’’ jelasnya.

Tak hanya itu, dalam mengendalikan inflasi Bupati Ikfina juga mengungkapkan perlunya pemerataan program Warung Pengendalian Inflasi dan Penggunaan Produk dalam Negeri (Wulandari) di seluruh pasar. ’’Idealnya kita ada 20 pasar yang ada di Kabupaten Mojokerto, kita seharusnya juga punya 20 Wulandari. Sehingga intervensi seperti operasi pasar tidak perlu kita lakukan cukup mengendalikan di Wulandari,’’ tandasnya seraya mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan makanan guna menjaga kestabilan harga selama periode libur Nataru.

Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Teguh Gunarko, yang juga Ketua TPID, menyampaikan apresiasi atas kinerja tim selama 2024. Inflasi di Kabupaten Mojokerto berhasil dikendalikan dengan baik. Bahkan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat berupa Dana Insentif Fiskal. ’’Dari target pemerintah pusat 2,5 persen ini bisa kita capai dan Alhamdulillah kita sudah bagus dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat,’’ tuturnya.

Namun, Teguh mengingatkan harga-harga cenderung fluktuatif menjelang Nataru. Oleh karena itu, program seperti pasar murah dan intervensi distribusi pangan harus dimaksimalkan. Teguh juga menekankan pentingnya sinergisitas antara instansi terkait untuk menjamin distribusi pangan tidak terganggu. Terutama di wilayah terdampak bencana. ’’Peran dari TPID sangat butuh dukungan dari Bulog selaku stabil harga di Kabupaten Mojokerto. Saya meminta ini juga menjadi titik perhatian, jangan sampai nanti dinamika ini tepengaruh terkait beberapa di Pemerintah Kabupaten Mojokerto,’’ pungkasnya.

Dengan berbagai langkah strategis yang dilakukan, TPID Kabupaten Mojokerto optimistis bisa menjaga kestabilan harga dan memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Nataru. Sinergi lintas sektor menjadi kunci utama untuk mengatasi potensi inflasi dan menjaga kesejahteraan masyarakat. Apalagi, sebelumnya, disperindag juga sudah gelar pasar murah selama dua hari pada Rabu (11/12) dan Kamis (12/12). Pasar murah ini menjual sejumlah kebutuhan bahan pokok dengan harga miring. Seperti beras, minyak goreng, dan daging ayam potong. (ori/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#Pemkab Mojokerto #inflasi #Natal dan tahun baru (nataru)