KABUPATEN - Wacana pengembangan Trans Jatim rute Mojokerto - Pasuruan belakangan mengemuka. Layanan transportasi umum terpadu besutan Pemprov Jatim ini digadang-gadang segera melayani trayek yang selama ini diisi bus kuning.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menjelaskan, pengembangan Trans Jatim jalur Mojokerto - Pasuruan merupakan usulan warga yang disorong pihaknya ke Dishub Jatim. Itu seiring misi Pemprov Jatim yang tengah getol mengembangkan jaringan transpostasi di kawasan metropolitan Gerbangkertasusila (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).
’’Wacana ini sedang dikaji di tingkat provinsi. Baik realisasinya kapan, armadanya Trans Jatim ataukah AKDP, masih belum pasti. Belum ada koordinasi lebih lanjut dari provinsi,’’ ujarnya, kemarin.
Meski begitu, kata Rachmat pengisian trayek Terminal Kertajaya Mojokerto - Terminal Pasuruan dengan armada anyar ini sekaligus menjawab keluhan masyarakat. Utamanya, soal kondisi bus kuning yang dinilai sudah tidak layak mengaspal. Dengan kata lain, kehadiran angkutan umum yang akan menggeser posisi bus kuning ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan kawasan industri di Mojokerto dan Pasuruan tersebut. ’’Karena untuk sarpras (lalu lintas) maupun kualitas jalan di Mojokerto saat ini sudah tidak diragukan lagi,’’ sebut Rachmat.
Jika nantinya keberadaan bus kuning mesti digantikan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada Dishub Jatim selaku pemangku kepentingan. ’’Jadi itu nanti tergantung strategi dari provinsi bagaimana dan seperti apa saja pendekatannya. Informasi yang kami terima, tindak lanjut Mojokerto - Pasuruan ini antara 2024 atau 2025,’’ urainya.
Pihaknya mengaku, kini tengah melakukan kajian transportasi umum pada pengujung tahun ini. Tujuannya merancang landasan pengembangan jaringan transportasi angkutan pengumpan alias feeder dari sejumlah trayek yang sudah lebih dulu berjalan. ’’Dari sejumlah trayek yang ada, seperti Trans Jatim dan sebagainya yang ada di Kabupaten Mojokerto ini, sekarang sedang kita bikin kajian untuk feeder-nya. Kita target akhir tahun ini sudah selesai,’’ tandasnya.
Seperti diketahui, Trans Jatim koridor 2 rute Mojokerto-Surabaya dan koridor 3 rute Mojokerto-Gresik sudah lebih dahulu melayani publik. Angkutan umum yang wara-wiri di Terminal Kertajaya Mojokerto ini diikuti beroperasinya AKDP jurusan Mojokerto-Batu via Cangar besutan PO Bagong yang resmi mengaspal awal 2024. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi