DINAS PUPR Kabupaten Mojokerto berhasil tuntaskan delapan proyek drainase yang menjadi prioritas pembangunan tahun ini. Proyek ini sebagai komitmen penanganan banjir sekaligus penataan lingkungan yang lebih baik. Di sisi lain, pemda juga tuntaskan pekerjaan perluasan pemenuhan air bersih melalui proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di tujuh desa dengan menyasar 1.921 saluran rumah (SR).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinas PUPR) Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, menegaskan, sejumlah pekerjaan proyek yang jadi prioritas tahun ini sebagian besar sudah tuntas. Termasuk di Bidang Penyehatan Lingkungan dan Prasarana Permukiman (PLPP). Tahun ini setidaknya ada delapan proyek drainase dan tujuh paket SPAM yang jadi fokus pengerjaan. ’’Dan Alhamdulillah, kesemua paket proyek itu sudah selesai, dan asas manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,’’ ungkapnya.
Pengerjaan drainase misalnya. Jelang memasuki musim hujan, masyarakat tak usah resah atas genangan air yang terjadi sebelumnya. Sebab, melalui pembangunan ini, drainase bisa berfungsi normal kembali. ’’Konstruksi pada delapan paket ini menggunakan u-ditch yang sudah jadi untuk ditata dan disesuaikan dengan elevasinya supaya buangan airnya biar lancar ke saluran primer,’’ tegasnya.\
Selain meminimalisir potensi terjadinya genangan, delapan proyek prioritas ini juga untuk meminimalisir terjadinya penularan penyakit akibat sistem sanitasi yang buruk. Sekaligus memperpanjang umur dari sarana infrastruktur di satu kawasan tersebut. ’’Termasuk, juga untuk konservasi sumber daya air. Jadi, dengan adanya pembangunan drainase ini, akan membantu penataan suatu kawasan permukiman lebih baik dan lebih sehat,’’ jelasnya.
Proyek ini tersebar di lingkungan Desa Modongan dan Desa/Kecamatan Sooko; Desa/Kecamatan Trawas; Desa/Kecamatan Puri. Lalu, sistem drainase Desa Mojokumpul, Kecamatan Kemlagi; Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas; Desa Brangkal, Kecamatan Sooko; dan peningkatan saluran drainase lingkungan Desa/Kecamatan Trowulan.
Pun demikian dengan proyek SPAM. Lanjut Rinaldi, juga sebagai wujud konkret pemda melakukan pemenuhan air bersih kepada masyarakatnya. Hal itu bagian dari komponen bidang penyehatan lingkungan. ’’Makanya, untuk hidup sehat, kita perlu air bersih. Nah, perluasan SPAM ini menjadi upaya pemkab intervensi angka stunting. Dan tahun ini da tujuh desa dengan menyasar 1.921 saluran rumah,’’ ungkapnya.
Tujuh paket itu tersebar di Desa Penanggungan, Trawas; Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro; Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong; dan Desa Bleberan Kecamatan Jatirejo. Lalu, di di Desa Sukoanyar, Kecamatan Ngoro; Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas; dan Desa Mojokembang, Kecamatan Pacet.
Sesuai PP nomor 122 tahun 2015, penyediaan SPAM oleh pemerintah memang menjadi kewajiban agar masyarakat bisa memenuhi kebutuhan air bersih setiap harinya. Yakni, Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK). Sesuai Pasal 4 ayat 2 disebutkan jika SPAM jaringan perpipaan diselenggarakan untuk menjamin kepastian kuantitas dan kualitas air minum yang dihasilkan, serta kontinuitas pengaliran Air Minum. ’’Prinsipnya, dengan dapat menyalurkan air bersih (sambungan rumah) kepada masyarakat dalam jumlah yang cukup, diharapkan masyarakat menikmati air bersih yang berkualitas,’’ urainya. (ori/fen)