PEMERINTAH Kota Mojokerto kembali akan memoles perwajahan Kota Mojokerto. Nuansa bercorak Majapahitan akan makin kental seiring bakal dibangunnya ikon baru patung Mahapatih Gajah Mada.
Sosok yang mengikrarkan Sumpah Amukti Palapa ini akan didirikan di jantung Kota Mojokerto, yakni di ruas Jalan Gajah Mada, Simpang Bhayangkara. ’’Patung Mahapatih Gajah Mada nanti akan dibangun dengan tinggi kurang lebih 5,5 meter,’’ ungkap Kepala Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto, Muraji, Kamis (17/10).
Rencananya, sentuhan pembangunan patung Gajah Mada dilaksanakan pada kisaran akhir bulan Oktober ini atau awal November mendatang. Dalam pengerjaannya akan melibatkan para perupa untuk memunculkan nilai historis dari sang Mahapatih. ’’Kami juga berkoordinasi dengan Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) dalam proses pembangunan patung Gajah Mada ini,’’ papar dia.
Patung dari tokoh yang mempersatukan Nusantara ini diharapkan menjadi ikon anyar di Kota Mojokerto. Dan, keberadaannya juga makin melengkapi landmark bercorak Wilwatikta setelah Menara Tribhuana Tunggadewi, Tugu Wiraraja di Alun-Alun Kota Mojokerto, hingga monumen Jung atau Kapal Majapahit.
Dengan alokasi anggaran sebesar Rp 133 juta dari APBD 2024, patung Mahapatih Gajah Mada akan didirikan di simpang Tugu Adipura. Muraji memastikan, Tugu Adipura tetap menjadi monumen bersejarah yang akan direlokasi di Taman Kehati. ’’Dari hasil koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Tugu Adipura nanti akan dipindahkan ke Taman Kehati,’’ pungkasnya. (ram/fen)