KABUPATEN - Pemkab Mojokerto kembali melakukan perluasan ruang terbuka hijau (RTH) tahun ini. Dengan ploting Rp 10 miliar, wisata anyar itu bakal direalisasikan di dua desa. Pengerjaan proyek berkonsep Majapahitan ini pun terus digeber sebagai percepatan pembangunan.
Kabag Administrasi Pembangunan Setdakab Mojokerto Yurdiansyah mengatakan, pembangunan RTH masih menjadi prioritas pemerintah. Itu wujud komitmen pemda melakukan perluasan tempat bermaian di bumi Majapahit.
’’Untuk wisata RTH baru pada 2024 ini ada dua desa, di Desa Jatirejo dan Desa Sedati, Ngoro,’’ ungkapnya.
Perluasan RTH ini, kata dia, sebagai pemenuhan kebutuhan area berkreasi anak dengan target minimal satu RTH di setiap kecamatan. Itu menjadi komitmen realisasi pembangunan dari desa oleh Pemkab Mojokerto.
Semangatnya, tandas Yurdiansyah, diharapkan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. ’’Sebagai support pembangunan RTH, masing-masing desa dapat bantuan keuangan desa bersifat khusus sebesar Rp 5 miliar,’’ tandasnya.
Hingga kini, baru Pemerintah Desa Sedati yang sudah melakukan penyerapan. Progres pengerjaannya pun di lapangan terus digenjot.
’’Progresnya sudah 45 persen. Sekarang pengerjaannya juga masih terus berproses sebagai percepatan pembangunan,’’ ungkap Camat Ngoro Satrio Wahyu Utomo terpisah.
Menurutnya, dari pagu Rp 5 miliar, pemdes sudah melakukan pencairan sebesar Rp 2,5 miliar. Anggaran itu dimanfaatkan untuk pengurukan lahan tanah kas desa seluas 2,2 hektare. Lalu pengadaan pepohonan hingga fondasi bangunan. ’’Targetnya tahun ini selesai karena memang pengerjaannya benar-benar digeber,’’ tuturnya.
Sama seperti RTH lainnya, konsep pembangunanya RTH Sedati ini juga bertema Majapahitan. Itu untuk mendukung branding Kabupaten Mojokerto, Full of Majapahit Greatness. Yang berarti, Mojokerto penuh dengan kemegahan Majapahit. ’’Konsep gerbang Majapahitan, ada taman di tengah, pujasera, dan tempat bermain anak. Termasuk ada panggung hiburannya,’’ paparnya.
Melalui pembangunan ini, pemda berharap mendukung peningkatan perekonomian masyarakat. Pembangunan RTH ini wujud pemenuhan kebutuhan destinasi wisata di tengah masyarakat.
Selaras dengan itu, akan makin banyak keterwakilan ruang bermain anak dan memunculkan perekonomian baru di setiap kecamatan. Sekaligus mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. (ori/fen)
Editor : Imron Arlado