Tanggul Dikeruk, Diperkuat Pembangunan Plengsengan
KOTA – Upaya mengantisipasi banjir luapan saat musim penghujan mulai dilakukan di Kota Mojokerto. Seperti normalisasi yang saat ini berlangsung di Sungai Ngrayung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan. Selain dikeruk, tanggul anak Sungai Sadar itu juga diperkuat dengan pembangunan plengsengan.
Proyek rehabilitasi aliran sungai ini dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Provinsi Jatim sejak beberapa hari terakhir. Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin (29/8), titik pengerukan berlangsung di sepanjang aliran sisi barat jalan baru dari area DAM di arah selatan sampai utara jembatan Jalan Meri. ”Di situ juga digarap plengsengan sungai, untuk saat ini berlangsung di tanggul sisi barat,” ujar Kabid SDA Dinas PUPR Perakim Kota Mojokerto Basuki Ismail.
Menurutnya, normalisasi ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir akibat luapan sungai. Aliran yang menyambung dengan Sungai Sadar di kawasan Tropodo itu dikeruk dan dilebarkan menggunakan alat berat. Pemerintah provinsi selaku pengelola aliran sungai juga memperkokoh tanggul sungai agar tak tergerus aliran. Kondisi ini rentan terjadi ketika arus mengalami peningkatan saat musim penghujan.
Belakangan diketahui, kelurahan Meri termasuk wilayah yang mengalami banjir pada puncak penghujan awal Maret lalu. Sedikitnya 2.800 jiwa terdampak akibat luapan Sungai Sadar tersebut. Genangan air merendam rumah, sekolah, serta berbagai fasilitas umum. Basuki mengatakan, normalisasi sungai yang sedang digarap menjadi upaya mengantisipasi banjir musiman. Selain aliran sungai yang berbatasan dengan Kabupaten Mojokerto ini, pihaknya juga meminta agar pemerintah provinsi memperbaiki tanggul yang ambrol di aliran sekitar makam Lingkungan Kuwung.
Namun demikian, Basuki menyatakan, bakal berkoordinasi lagi dengan dinas PU SDA terkait pengerjakan tersebut. Termasuk, untuk mengetahui berapa panjang aliran yang dinormalisasi di Sungai Ngrayung ini. ”Kami akan kroscek itu nanti pekerjaannya panjangnya sampai seberapa dulu. Yang pasti, ini mumpung masih musim kemarau, jadi untuk mengantisipasi banjir,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi