KOTA - Pemkot Mojokerto kembali membidik penghargaan Adipura tahun 2024. Sebagai persiapan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI digandeng dalam upaya peningkatan kebersihan serta pengelolaan lingkungan perkotaan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto Amin Wachid mengungkapkan, peningkatan kebersihan dan pengelolaan lingkungan menjadi langkah awal dalam mengikuti penilaian Adipura 2024.
Dalam penerapannya, DLH merangkul segenap stakhoder karena terdapat banyak titik yang akan menjadi lokus penilaian. ’’Kami mengajak para pemangku kepentingan untuk terlibat aktif, karena penilaian Adipura akan mencakup banyak sektor,’’ tandasnya, Kamis (1/8).
Pada Rabu (31/7), DLH juga mendatangkan tim dari KLHK untuk memberi pembekalan sebelum tahap penilaian Adipura yang dilaksanakan September nanti.
’’Harapannya agar para kepala OPD, kepala sekolah, pengurus RT/RW, bank sampah, hingga perwakilan universitas mendapat pengatahuan untuk mendukung proses penilaian Adipura nanti,’’ ulasnya.
Di samping itu, dalam kesempatan tersebut tim KLHK juga berkesempatan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke bank sampah dan tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) Magersari. Termasuk meninjau langsung tempat pembuangan akhir (TPA) Randegan di Kelurahan Kedundung.
Menurut Amin, terdapat beberapa poin yang menjadi catatan KLHK terkait pengelolaan sampah di Kota Mojokerto. Salah satunya menjadi evaluasi terkait penerapan sistem sanitary landfill atau penutupan sampah dengan media tanah untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan di TPA.
’’Mumpung masih ada waktu sebulan, semua yang menjadi evaluasi di TPA semaksimal mungkin segera kami tindaklanjuti. Kalau terkait kebersihan lingkungan dan penataan kota, insyaallah kami sudah siap karena bank sampah juga sudah jalan efektif,’’ pungkas Amin. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi