KOTA - Belum dilantiknya hasil seleksi terbuka (selter) pada jabatan kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (kadispendukcapil) menambah panjang daftar kekosongan kursi eselon II B di lingkungan Pemkot Mojokerto.
Hingga kini, total ada delapan kursi jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) yang masih dibiarkan lowong.
Lowongnya jabatan setingkat kepala dinas/badan terjadi dalam kurun 2023 hingga Juni 2024 ini karena berbagai faktor.
Mulai karena pergeseran jabatan, purnatugas, hingga pejabat lama yang telah meninggal dunia. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mojokerto Muhammad Imron mengatakan, kosongnya pejabat definitif pada delapan kursi JPTP hingga kini masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt). ’’Sementara masih tetap diisi Plt,’’ ungkapnya.
Di antaranya pada kursi kadispendukcapil yang kini dirangkap oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Anang Fahruroji sebagai Plt.
Meski jabatan eselon II ini telah dilakukan seleksi terbuka (selter) pada akhir tahun lalu, namun proses pengisian masih menunggu izin pelantikan dari Kemendagri. ’’Ada delapan yang di-plt, termasuk di dispendukcapil,’’ ulasnya.
Selain kursi tersebut, jabatan lowong meliputi kursi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto.
Berikutnya jabatan yang masih lowong juga terdapat pada posisi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Inspektur pada Inspektorat Kota Mojokerto, serta Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan.
Disinggung apakah jabatan lowong tersebut akan dibuka selter, Imron menyebut pihaknya kini masih memproses hasil uji kompetensi atau job fit yang digulirkan akhir Mei lalu.
Dan, kata dia, lelang jabatan merupakan kewenangan dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) yang diampu Penjabat (Pj) Wali Kota Mojokerto. ’’Diselesaikan ini dulu yang ini (job fit, Red),’’ urainya.
Terdapat selusin pejabat eselon II yang berpotensi masuk bursa mutasi setelah menjalani uji kompensi yang digulirkan 29-30 Mei.
Antara lain Kepala Bapperida Agung Moeljono; Kepala Diskopukmperindag Ani Wijaya; Kepala Dinsos P3A Choirul Anwar; Kepala Satpol PP Modjari; Kepala BKPSDM Muhammad Imron; Kepala Diskominfo Santi Ratnaning Tias; dan Sekretaris DPRD Kota Mojokerto Novi Rahardjo.
Selain itu, uji kompetensi juga menyasar Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ruby Hartoyo; Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Heryana Dodik Murtono; Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Anang Fahruroji. Serta, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Ikromul Yasak. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi