KOTA - Warga Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari mempertanyakan terkait pengajuan mereka untuk mengisi kios di area Pasar Hewan Sekarputih.
Namun, hingga kini usulan tersebut tak kunjung direspons Pemkot Mojokerto.
Yazid, salah satu warga Lingkungan Sekarputih RW 02, Kelurahan Kedundung mengungkapkan, sejak proyek pembangunan kios rampung dibangun akhir 2023 lalu, dirinya sudah mengajukan untuk menempati sebagai pedagang.
Tak sendiri, pengajuan menjadi calon pedagang juga diusulkan bersama warga lainnya. ”Ada tiga warga yang mengajukan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Mojokerto, Senin (1/7).
Kebetulan, ketiganya sama-sama memiliki usaha perdagangan atau nomor induk berusaha (NIB). Hanya saja, masing-masing masih berjualan dengan mambuka lapak di depan rumah. ”Makanya, kami dulu mengajukan semua,” imbuh dia.
Namun, hingga kini warga belum mendapat angin segar dari UPTD Pasar Tradisional Kota Mojokerto.
Padahal, dari total 46 kios yang dibangun bertahap pada tahun 2022 dan 2023 kondisinya mangkrak dan banyak yang lowong. Termasuk, unit yang sudah dilakukan penyegelan dari Diskopukmperindag Kota Mojokerto. ”Karena tidak ditempati lama, sehingga disegel petugas,” ulas Yazid.
Dia berharap, dirinya dan masyarakat lainnya bisa diberi kesempatan untuk menempati kios yang sudah tidak berpenghuni tersebut.
Terutama, yang sudah dilengkapi dengan rolling door. ”Katanya warga kota diprioritaskan, tapi sejak pengajuan belum dikasih,” sebut dia.
Sementara itu, nasib puluhan kios lainnya yang dibangun akhir tahun lalu tak berbeda.
Kios yang belum belum dilengkapi dengan pintu tersebut masih nganggur. Bahkan, beberapa unit sudah mengalami kerusakan pada bagian lantai yang ambles dan keramiknya pecah.
Namun, saat dikonfirmasi terkait hal tersebut, hingga tadi malam (1/7) baik Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya maupun Kepala UPTD Pasar Tradisonal Dadang Agus Priyambono tak menjawab konfirmasi Jawa Pos Radar Mojokerto melalui sambungan seluler kemarin. (ram/ris)
NASIB PROYEK KIOS PASAR HEWAN KINI...
- Total terdapat 46 kios yang sedianya untuk merelokasi pedagang.
- Namun, hingga pertengahan 2024 ini hanya segelintir yang terisi.
- Puluhan kios masih lowong, beberapa juga dilakukan penyegelan.
- Sejumlah warga sekitar mengaku sudah mengajukan untuk menempati.
- Tapi, hingga kini belum mendapat kepastian dari diskopukmperindag.
Editor : Hendra Junaedi