Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kios Loak Pasar Ketidur Ditinggal Penghuni

Yulianto Adi Nugroho • Senin, 1 Juli 2024 | 13:30 WIB

 

DITINGGAL PEDAGANG: Los di Pasar Rakyat Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto masih banyak yang kosong.
DITINGGAL PEDAGANG: Los di Pasar Rakyat Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto masih banyak yang kosong.

KOTA - Sepinya pasar rakyat dan tematik yang dibangun Pemkot Mojokerto membuat para pedagang tak betah.

Seperti sejumlah pedagang loak di Pasar Tematik Ketidur, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, yang memilih angkat kaki karena minim penghasilan.

 Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (30/6), tak sedikit kios yang tutup dipasangi tiga surat peringatan (SP) oleh Diskopukmperindag Kota Mojokerto karena tak melakukan aktivitas perdagangan.

Hak menempati kios pun akan dicabut apabila penghuni tak memberi konfirmasi sampai tujuh hari setelah SP III. Sejumlah surat peringatan terakhir yang tertempel di kios itu sudah melewati jatuh tempo.

 Selain ditinggal total, tak sedikit pula pedagang yang buka secara ogah-ogahan. Jumlah yang tutup itu lebih banyak dibanding yang buka.

’’Banyak yang sehari buka, sehari tidak,’’ kata Yatno, salah seorang penghuni kios berukuran 3x3 meter persegi itu.

 Menurutnya, ada sejumlah alasan kios dibiarkan tutup. Mereka tak tahan karena pasar yang mulai ditempati sejak awal tahun lalu itu masih sepi.

’’Kalau cuma mengandalkan penghasilan di sini tidak bisa,’’ ucap pedagang perkakas itu.

 Kondisi itu dirasakan sendiri oleh Yatno. Sejak membuka kios jual beli barang bekas yang dipatok biaya retribusi Rp 190 ribu per bulan itu, penghasilannya anjlok sampai 50 persen.

Dalam sehari, dia hanya mampu meraup omzet sekitar Rp 60 ribu. ’’Pelanggan banyak yang hilang,’’ tandas bekas pedagang di Pasar Cakarayam itu.

 Pria parobaya itu menilai pembangunan pasar yang berdampingan dengan Pasar Rakyat Ketidur ini kurang cocok untuk berdagang.

Sebab, jaraknya dengan jalan raya terlalu jauh. Deretan kios, menurut dia, harusnya bisa lebih dekat dengan jalan sehingga mudah diketahui warga. ’’Apalagi jalan Ketidur ini kan sepi, bukan jalan utama,’’ cetusnya.

Selain faktor sepi pengunjung, Yatno menilai penghuni kios juga tak cukup berpengalaman. Walhasil mereka memilih untuk angkat kaki karena penghasilannya minim.

’’Punya kios tetapi tidak bisa mengisi apa yang mau dijual, kan harus punya pengalaman itu,’’ sebut dia.

 Pasar Tematik Ketidur tuntas dibangun akhir 2022. Pasar yang digadang-gadang menjadi pusat penjualan barang bekas itu menghabiskan dana Rp 3,4 miliar.

Sedianya, ratusan kios disediakan untuk pedagang yang direlokasi dari Pasar Cakarayam, Pasar Kliwon, serta para PKL di Jalan Niaga dan Jalan Karyawan.

 Dikonfirmasi terkait kondisi pasar terkini, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto Ani Wijaya tak menjawab. Pertanyaan yang dikirim lewat WhatsApp terlihat hanya dibaca. (adi/fen)

Editor : Hendra Junaedi
#pasar rakyat #pasar ketidur kota mojokerto #pasar sepi pembeli #Pasar Loak #Kota Mojokerto #mangkrak