KOTA - Bangunan kios di area Pasar Hewan Sekarputih, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto banyak yang melompong. Bahkan, beberapa unit sudah mengalami kerusakan meski belum sempat dihuni pedagang.
Dari pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto kemarin (27/6), puluhan kios yang berderet mengelilingi Pasar Hewan Sekarputih tampak tak berpenghuni.
Hanya segelintir pedagang yang memanfaatkan untuk berdagang. ’’Iya, masih banyak yang kosong,’’ ungkap Bambang, warga setempat.
Sebagian kios kondisinya juga sudah tersegel. Dari surat peringatan yang tertempel pada rolling door, kios tersebut telah diambilalih Diskopukpmerindag Kota Mojokerto lantaran sudah tidak ada aktivitas pedagangan.
Total terdapat 46 unit kios yang didirikan secara bertahap sejak 2022 dan 2023. Dengan total anggaran Rp 4,3 miliar, sedianya proyek infrastruktur yang dibangun bersamaan dengan revitalisasi Pasar Hewan Sekarputih beserta lanskap ini diperuntukkan untuk merelokasi pedagang.
Namun, hingga pertengahan tahun, fasilitas tersebut belum termanfaatkan secara maksimal. Karena pedagang masih banyak yang bertahan di tempat usahanya masing-masing.
’’Semua pedagang yang di pinggir-pinggir jalan diminta menempati kios ini,’’ sebut Bambang.
Termasuk dirinya yang hari-hari membuka jasa tambal ban juga akan dijatah satu kios. Tetapi, dia mengaku belum mendapatkan pemberitahuan lagi terkait kapan kios bisa mulai ditempati.
Meski belum dihuni, beberapa unit kios sudah mengalami kerusakan. Terutama yang berada di area taman gapura cagar budaya.
Bambang menyebutkan, kerusakan terparah ada pada bagian lantai. ’’Lantainya sudah jeglong, keramiknya juga pecah,’’ tandas dia.
Selain itu, sebagian atap juga mengalami bocor saat hujan akibat pemasangan genting yang kurang presisi. B
ahkan, terdapat material yang hilang pada proyek pembangunan kios yang baru rampung akhir 2023. ’’Ada tiga kios yang gagang pintunya hilang,’’ imbuh dia.
Warga Kelurahan Kedundung ini menyebut sempat melihat ada pekerja yang hendak memperbaiki kerusakan kios. Namun, setelah keramik dibongkar, hingga kini tukang tersebut tidak kembali lagi.
’’Mungkin sudah sebulan yang lalu, katanya mau memperbaiki,’’ pungkasnya. (ram/fen)
Editor : Imron Arlado