Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Nasib Proyek Belasan Miliar Ini Memprihatinkan. Kini Jadi Tempat Pembuangan Ikan Sakarmut

Rizal Amrulloh • Minggu, 23 Juni 2024 | 13:15 WIB
TAK TERAWAT: Belasan perahu terparkir di bawah Jembatan Rejoto, Sungai Ngotok, kawasan objek wisata TBM Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin.
TAK TERAWAT: Belasan perahu terparkir di bawah Jembatan Rejoto, Sungai Ngotok, kawasan objek wisata TBM Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, kemarin.

KOTA – Fasilitas pendukung objek wisata di kawasan proyek Taman Bahari Mojopahit (TBM) Kota Mojokerto belakangan ini kondisinya memprihatinkan.

Belasan perahu yang terparkir di bawah Jembatan Rejoto melintasi Sungai Ngotok terkesan dibiarkan dan tak terawat.

Setidaknya sekitar 17 perahu sedianya untuk mendukung pengembangan proyek wisata berbasis budaya dan sejarah tersebut tampak belum tersentuh perawatan.

Beberapa di antaranya bahkan menjadi tempat pembuangan ikan sakarmut yang sengaja dibuang para pemancing. Sehingga memunculkan bau tak sedap dan lambung-lambung perahu menjadi kumuh dan kotor.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi kemarin (22/6), perahu-perahu tersebut diparkir persis berada di bawah Jembatan Rejoto.

Sebagian perahu dominasi warna merah ditata berjajar. Selebihnya perahu berwarna biru diparkir berpencar. Perahu hasil pengadaan barang dan jasa satu paket dengan proyek infrastruktur TBM senilai Rp 15,7 miliar tahun 2023 ini sudah beberapa bulan mangkrak.

Belum jelas kapan akan dimanfaatkan untuk wisatawan atau dioperasionalkan sebagai fasilitas wisata susur Sungai Ngotok. Dengan pertimbangan, TBM belum resmi dibuka karena masih menunggu kelanjutan proyek tahap II rampung.

BERBAU: Beberapa ekor ikan sakarmut dalam kondisi mati dibuang di lambung salah satu perahu di bawah Jembatan Rejoto, Sungai Ngotok, kawasan TBM Prajurit Kota Mojokerto, kemarin.
BERBAU: Beberapa ekor ikan sakarmut dalam kondisi mati dibuang di lambung salah satu perahu di bawah Jembatan Rejoto, Sungai Ngotok, kawasan TBM Prajurit Kota Mojokerto, kemarin.


Kendati tidak ditemukan kerusakan, akan tetapi perahu berlogo pemkot dan bertuliskan Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Pemerintah Kota Mojokerto tersebut seolah tidak terawat dengan baik.

Beberapa lambung perahu terisi air keruh berwarna kehijauan dan hitam pekat, sampah tergeletak, dan menjadi jujukan pemancing membuang ikan sakarmut.

Kondisi ikan-ikan yang membusuk itu lantas mengeluarkan bau tak sedap. Bangkai ikan-ikan sakarmut meninggalkan bekas kotoran di lambung perahu.

”Itu ikan sakarmut biasa dibuang para pemancing di situ (lambung perahu),” ungkap Sariyadi, pemancing asal Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Memang, belakangan selain menyimpan destinasi bahari, di bawah jembatan Sungai Ngotok, seringkali dimanfaatkan pemancing dari berbagai daerah berburu ikan. ”Siapa yang membuang di situ saya kurang tahu.

Baca Juga: Pemkot Mojokerto Kembali Kucurkan Rp 12 Miliar untuk Proyek Lanjutan Pembangunan TBM

Biasanya memang kalau pemancing dapat ikan sakarmut, tidak dibawa pulang, tapi disimpan di perahu,” tandas pria yang kesehariannya bekerja sebagai tukang tambal ban ini.

Meski bukan warga Kota Mojokerto, Sariyadi mengaku prihatin atas kondisi belasan parkir yang hingga sekarang tak kunjung dimanfaatkan.

Di samping mangkrak, lanjut dia, beberapa perahu tampak kotor dan kumuh. ”Katanya memang belum difungsikan, proyeknya belum selesai, baru tahap I. Cuma, kalau tidak dirawat kan eman-eman,” tandas pria 60 tahun ini.

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Pembangunan TBM tahap I Ferry Hendri Koerniawan mengungkapkan, proyek TBM ini dimenangkan PT Lingkar Persada.

Hingga kini proyek yang didanai APBD dan dana alokasi khusus (DAK) tahun 2023 sebesar Rp 15,7 miliar ini masih dalam masa pemeliharaan.

Jika ditemukan kerusakan di beberapa titik pembangunan, menurutnya perbaikan ditargetkan rampung paling lambat 12 Juni untuk selanjutnya diserahterimakan setelah masa pemeliharaan.

Begitupun belasan perahu yang terparkir di bawah Jembatan Rejoto. Ferry menyebut perahu yang sedianya digunakan untuk sarana wisata susur sungai tersebut baru akan difungsikan setelah proyek tahap II TBM rampung.

’’Kalau tidak dinaikkan, khawatirnya nanti hanyut terbawa arus sungai, makanya perahu-perahu dinaikkan semua untuk keamanan,’’ tandasnya. 

Rencananya, proyek yang digadang-gadang dijadikan sebagai destinasi wisata ini bahari dan bersejarah ini bakal dilanjutkan untuk pembangunan tahap kedua pada 2024 ini.

Karena itu, hingga kini TBM masih belum difungsikan sebagai sarana rekreasi. Praktis, konstruksi fisik tersebut bakal didirikan di kawasan Sungai Ngotok, Kecamatan Prajurit Kulon tersebut masih mangkrak.

Sementara sinyalemen jika proyek tersebut bakal dilanjutkan tampak dari mulai adanya aktivitas ekskavator, kemarin (22/6). Satu unit ekskavator tersebut mengeruk lahan dan aliran irigasi di bagian utara dari bangunan foodcourt berdesain Perahu Majapahit. (ram/ris)

Editor : Hendra Junaedi
#Ikan Sapu Sapu #rejoto kota mojokerto #tempat wisata #taman bahari majapahit #Kota Mojokerto #proyek wisata