KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Proyek ruang terbuka hijau (RTH) berkonsep Majapahitan di eks lapangan Desa Sooko senilai Rp 2,3 miliar kondisinya kini tak terawat.
Selain banyak tanaman dan pohon yang mengering, serta granit pujasera sudah mengelupas.
Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lokasi, proyek yang baru tuntas dikerjakan pada akhir 2023 lalu itu kondisinya cukup memprihatinkan.
Meski belakangan menjadi salah satu pilihan berlibur keluarga lantaran dilengkapi fasilitas wahana permainan, namun kondisinya tampak tak terawat. Rerumputan mulai tumbuh di sela paving dan di playground.
Bahkan, satu wahan di antaranya terlihat sudah dipasang bambu sebagai penguat.
Sekitar sepuluh tanaman pohon yang menjadi bagian dari paket proyek ini kondisinya mengering.
’’Sebenarnya asyik juga kalau dibuat bersantai pada sore hari seperti ini. Tapi, kalau dilihat-lihat kok sepertinya tidak ada perawatan. Eman juga sebenarnya,’’ ungkap Listiyo, salah satu warga, kemarin.
Warga Desa Japan ini mengaku sudah beberapa kali memilih RTH Sooko menjadi tempat alternatif liburan keluarga.
Selain gratis juga sudah dilengkapi wahana permainan anak. Namun, dia menyayangkan atas minimnya perawatan taman yang memanfaatkan eks lapangan Sooko tersebut.
’’Kalau terawat lebih bagus lagi. Tanaman pohonnya banyak yang mati mungkin karena perawatannya kurang. Rumput-rumputnya juga sudah mulai banyak tumbuh di sela-sela paving, padahal kan ini baru saja dibangun,’’ sesalnya.
Belum adanya penjual pada sejumlah stan pujasera yang disediakan menjadikan proyek ini juga kurang diminati masyarakat dan pengunjung.
Selain itu, sejumlah granit di pujasera sudah mengelupas.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto Zaqqi mengatakan, bakal memberikan atensi terkait sejumlah kerusakan yang ada pada area RTH.
’’Terima kasih informasinya. Saat ini masih dalam masa pemeliharaan oleh pemenang tender. Akan segera kami informasikan agar dilaksanakan pembenahan,’’ ungkapnya.
Tak sekadar pada granit yang mengelupas, perbaikan bakal dilakukan pada sejumlah pohon yang sudah mengering. ’’Termasuk pohon-pohon yang mati juga akan diganti,’’ tandasnya. (ori/ris)
Editor : Imron Arlado