KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Meski sudah dilakukan upaya perbaikan, namun masih banyak pekerjaan proyek trotoar di Kota Mojokerto yang rusak dan tidak sesuai standar.
Selain di ruas Jalan Pahlawan dan Gajah Mada, juga terdapat jalur pemandu bagi penyandang disabilitas di Jalan Hayam Wuruk yang tak sesuai ketentuan.
Pantauan di lokasi, pekan lalu, di sepanjang jalur pedestrian khusus difabel tidak sepenuhnya steril.
Selain terhalang pot tanaman warga dan pedagang kaki lima (PKL), tepat di seberang Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Mojokerto atau Rumah Rakyat, jalur khusus difabel justru mengarah ke tiang.
Jalur pemandu penyandang disabilitas tersebut tampak hanya dipasang guiding block berbentuk pola garis yang berfungsi sebagai petunjuk jalan terus.
Sementara pada bagian ujung tidak dilengkapi pola titik sebagai tanda henti meski terhadang dengan tiang listrik.
Saat dikonfirmasi terkait proyek yang menyerap anggaran Rp 3,3 miliar tahun 2023 tersebut, Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto Muraji enggan memberikan statement.
Dia meminta Jawa Pos Radar Mojokerto untuk mengklarifikasinya melalui Diskominfo Kota Mojokerto.
Kepala Diskominfo Kota Mojokerto Santi Ratnaning Tias menyebutkan, DPUPR Perakim saat ini telah menindaklanjuti perbaikan di semua jalur pedestrian hasil pekerjaan 2023.
’’Perbaikan trotoar dilakukan di semua titik yang mengalami kerusakan, termasuk jalur disabilitas yang kurang sesuai,’’ tandasnya.
Sentuhan perbaikan di antaranya menyasar trotoar di ruas Jalan Pahlawan, Jalan Gajah Mada, Jalan Taman Siswa. Santi menyebut, pekerjaan serupa juga akan dilakukan di sepanjang Jalan Hayam Wuruk.
’’Kalau ada kerusakan ya kita perbaiki sekalian,’’ sebutnya. (ram/fen)
Editor : Hendra Junaedi