Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Penanganan Lamban, Perbaikan Trotoar Sekadar Tambal Sulam

Khudori Aliandu • Jumat, 7 Juni 2024 | 17:04 WIB
TAMBAL SULAM: Seorang pekerja tengah melakukan perbaikan tambal sulam pada jalur difabel di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto yang alami kerusakan.
TAMBAL SULAM: Seorang pekerja tengah melakukan perbaikan tambal sulam pada jalur difabel di Jalan Pahlawan, Kota Mojokerto yang alami kerusakan.

SEMENTARA itu, perbaikan proyek rehabilitasi trotoar senilai Rp 2,8 miliar di Jalan Pahlawan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) yang dikerjakan asal-asalan sekadar tambal sulam.

Sementara penanganan jalur difabel yang tak sesuai dengan pedoman teknis perencanaan di sejumlah ruas jalan Kota Mojokerto lamban.

Sesuai pantauan, perbaikan rehabilitasi trotoar yang diduga tidak memperhatikan kualitas ini dilakukan pekerja hanya untuk sejumlah jalur difabel yang alami rusak.

Di beberapa titik yang tak memiliki ruang horizontal sebagaimana Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) tahun 2023 pada jalur pemandu tersebut masih dibiarkan saja.

’’Itu memperbaiki granit yang rusak. Kalau di Jalan Pahlawan kan sudah sesuai,’’ ungkap Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Firman Syah dikonfirmasi.

Klaim itu berbeda dengan kondisi di lapangan. Dari pantauan, ada beberapa titik pemasangan guiding block yang berhimpitan dengan tiang lampu taman yang sejatinya menjadi bagian paket proyek yang dikerjakan CV. Asta Jaya asal Purwotengah, Kota Mojokerto dengan nilai kotrak Rp 2,8 miliar.

Jalur pemandu itu tidak memiliki ruang bebas horizontal 60 sentimeter pada sisi kanan atau kiri jalur. Sedangkan untuk perbaikan penataan paving yang morat-marit. Masih banyak rongga tiap nat paving dan pemasangan yang tak rapat, Firman, mengaku bakal dilakukan bertahap.

’’Bertahap, sekarang memperbaiki yang akses masuk ke pabrik/gudang dahulu,’’ tuturnya.

Sebaliknya, untuk penanganan proyek rehabilitasi trotoar di sepanjang Jalan Gajah Mada senilai Rp 3,3 miliar oleh CV Ivandira Konstruksi asal Perum Tembokmas Kota Pasuruan belum ada penanganan.

Di lapangan jalur difabel yang menabrak tiang dan alami kerusakan tersebut masih belum dapat penanganan.

Begitu juga di trotoar Jalan Taman Siswa. Proyek senilai Rp 1,7 miliar yang juga dikerjakan tiak sesuai pedomen teknis ini juga masih belum ada penanganan cepat.

’’Jalan Taman Siswa kita koordinasi dengan rekanan untuk perbaikan. Termasuk Gajah Mada. Secepatnya, karena (pelaksananya) dari luar kota insyaallah besok ke Mojokerto,’’ tegasnya.

Sebelumnya, pemasangan guiding block atau jalur difabel di tengah Kota Mojokerto tak sesuai pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki dari Kementerian PUPR. Bahkan, jalur menabrak pohon hingga tiang listrik.

Pengerjaan jalur pemandu bagi difabel paket pengerjaan proyek trotoar terkesan asal-asalan. Tidak memperhitungkan funggi, asas manfaat maupun keselamatan.

’’Kalau seperti ini kan pokoknya asal ada fasilitasnya gitu saja, tidak mau tahu soal fungsinya,’’ sesal Ismail.

Warga asal Magersari ini juga menyayangkan proyek pembangunan yang terkesan dikerjakan. ’’Tidak tahu, apa ini perencanaannya atau pengerjannya, hasilnya aneh. Masak jalur ini nabrak tiang listrik dan mepet pohon,’’ paparnya. (ori/fen)

Editor : Imron Arlado
#trotoar #tambal sulam #Kota Mojokerto #proyek trotoar