Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Aneh! Jalur Difabel di Kota Tabrak Pohon hingga Tiang

Khudori Aliandu • Rabu, 5 Juni 2024 | 15:25 WIB
ANEH: Pemasangan guiding block di proyek trotoar Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto tidak sesuai dengan pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki, kemarin (4/6).
ANEH: Pemasangan guiding block di proyek trotoar Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto tidak sesuai dengan pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki, kemarin (4/6).

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto – Pemasangan guiding block atau jalur difabel tak sesuai pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki dari Kementerian PUPR tampak pada rehabilitasi trotoar Jalan Taman Siswa, Kota Mojokerto.

Proyek senilai Rp 1,7 miliar ini tak memiliki ruang bebas horizontal dan rentan mencelakai penggunanya. Bahkan, jalur menabrak pohon hingga tiang listrik.

Pantauan Jawa Pos Radar Mojokerto di lapangan, hasil paket pengerjaan bersumber dari APBD 2023 tersebut tak seperti yang diharapkan.

Jika sebelumnya ditarget menjamin kelancaran, kenyamanan, dan keselamatan pengguna jalan, namun kondisi di lapangan justru sebaliknya. Utamanya untuk pengerjaan jalur difabel.

’’Masak pengguna jalur difabel malah dibenturkan tiang listrik seperti ini, kan aneh. Bukannya menjamin keamanan malah mencelakai,’’ ungkap Ismail, pengguna jalan.

Pengerjaan jalur pemandu bagi difabel paket pengerjaan proyek trotoar terkesan asal-asalan.

Tidak memperhitungkan funggi, asas manfaat maupun keselamatan. ’’Kalau seperti ini kan pokoknya asal ada fasilitasnya gitu saja, tidak mau tahu soal fungsinya,’’ sesalnya.

Warga asal Magersari ini juga menyayangkan proyek pembangunan yang terkesan dikerjakan. ’’Tidak tahu, apa ini perencanaannya atau pengerjannya, hasilnya aneh. Masak jalur ini nabrak tiang listrik dan mepet pohon,’’ paparnya.

Jalur difabel tak proposional tersebut turut disorot kalangan dewan. Mereka meminta Pemkot Mojokerto segera melakukan perbaikan.

Tidak hanya pada proyek trotoar di Jalan Gajah Mada menelan anggaran Rp 3,3 miliar dan Jalan Pahlwan senilai Rp 2,8 miliar, namun semua trotoar dan jalur difabel tak sesuai pedoman teknis (domnin).

Termasuk, di antaranya proyek trotoar di sepanjang Jalan Taman Siswa. ’’Prinsipnya harus dibenahi. Jangan sampai memotong dan mengorbankan pohon,’’ ungkap Ketua Komisi II DPRD Kota Mojokerto Agus Wahjudi Utomo.

Terpisah, Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim) Kota Mojokerto Firman Syah menegaskan, perbaikan proyek trotoar di Kota Mojokerto memang sudah menjadi atensi pemkot.

’’Kita koordinasi sama rekanan terkait, semoga bisa segera dilaksanakan,’’ ungkapnya. Menurutnya, saat ini, tahap perbaikan sudah menyentuh Jalan Pahlawan.

Di mana proyek yang belum genap setahun tersebut sudah mengalami kerusakan di beberapa titik. ’’Perbaikan keramik difabel sama paving. Kita usahakan sesuai pedoman,’’ tegas Firman.

Proyek trotoar di Jalan Taman Siswa juga akan dilakukan perbaikan. Proyek senilai Rp 1,7 miliar dikerjakan CV Dua Raka Ar asal Kabupaten Sampang ini segera ditindaklanjuti. ’’Jalur difabelnya disesuaikan,’’ tuturnya.

Tetapi, Firman belum dapat memastikan penyebab faktor pemasangan jalur pemandu yang tak sesuai pedoman teknis tersebut. Apakah akibat lemahnya pengawasan saat pengerjaan atau kesalahan konsep perencanaan.

’’Mungkin terlewat, saya tidak bisa memastikan,’’ tegasnya.

Mengacu pedoman perencanaan teknis fasilitas pejalan kaki Kementerian PUPR tahun 2023, jalur pemandu harus memiliki ruang bebas horizontal 60 sentimeter di sisi kanan dan kiri jalur. Sedangkan ruang bebas vertikal atas setinggi 2,5 meter. Serta pengerjaan jalur berbentuk lurus dan tidak berkelok. (ori/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#Proyek Tak Beres #jalur difabel #guiding block difable #Proyek Tak Sesuai spek #guiding block gak berfungsi #Kota Mojokerto #guiding block