Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas  Dongkrak PADes dengan Produksi Beras

Imron Arlado • Minggu, 2 Juni 2024 | 13:15 WIB

 

SEKTOR PERTANIAN: Gudang selep milik Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas yang sedang dalam proses pembangunan.
SEKTOR PERTANIAN: Gudang selep milik Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas yang sedang dalam proses pembangunan.

Gunung Penanggungan, Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas dikenal mempunyai potensi besar di sektor pertanian. Hal ini yang terus dioptomalkan Pemerintah Desa (Pemdes) Tamiajeng. Salah satunya dengan memproduksi beras desa.

Kepala Desa (Kades) Tamiajeng Warnoto menuturkan, optimalisasi tersebut berangkat dari usulan warga dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes).

Kini direalisasi lewat pembangunan gudang selep atau penggilingan padi menggunakan anggaran APBDes 2024 senilai Rp 300 juta.

 ”Untuk gudang selepnya sedang dibangun dengan dua lantai jemur padi. Masing-masing seluas 10x15 meter persegi. Sedangkan penggilingan memakai satu mesin lama,” ujarnya kemarin. Pembangunan gudang selep padi tersebut telah mencapai 50 persen.

Tujuannya, tak lain untuk mengoptimalkan pengolahan hasil panen padi di desa dengan ketinggian 680 mdpl. Di mana luas lahan areal persawahan aktifnya mencapai 70 hektare. ”Nanti kita prioritaskan beli gabah dari petani sini (dalam desa) dulu. Kalau nanti kebutuhan produksi hariannya tidak cukup, kita ambil dari luar desa juga,” ungkap Warnoto.

 Diakuinya, produksi beras desa itu berorientasi pada profit. Keuntungan yang diperoleh dari hasil penjualan beras ke sejumlah daerah nantinya untuk mendongkrak penghasilan asli desa (PADes).

”Beras ini nanti kita kasih merek dan dijual ke pasaran dengan harga normal. Karena memang kita ambil keuntungan,” bebernya.

 Operasional lini bisnis BUMDes Agung Pinayungan tersebut bakal melibatkan delapan orang pengurus. Secara umum, lanjut Warnoto, keberadaan usaha di sektor pertanian desa demi mewujudkan peningkatan ekonomi dan kesejahteraan warga yang mayoritas adalah petani.

”Harapannya, agar bisa memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga. Karena dari PADes ini nanti akan kembali dimanfaatkan untuk masyarakat,” tukas Warnoto. (vad/ris)

 

Editor : Imron Arlado
#PADes #trawas #kembang desa #mojokerto