JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Seruan All Eyes On Rafah telah dibagikan puluhan juta pengguna media sosial, yakni berupa gambar dan tagar dari seruan tersebut.
Seruan ini ramai dibagikan sebagai bentuk dukungan dan pembelaan masyarakat di seluruh dunia kepada warga Palestina di Rafah.
Postingan "All Eyes On Rafah" bukan hanya sekedar rangkaian kalimat dan gambar semata. Akan tetapi, seruan ini bertujuan agar semua mata berpusat pada kejadian yang ada di Rafah.
Dengan seruan tersebut, menjadi sebuah gerakan kemanusiaan atas peristiwa yang terjadi di Gaza Selatan.
Seruan pada kota Rafah tersebut sudah dibagikan lebih dari 30 juta kali oleh pengguna media sosial di seluruh dunia. Hal ini dilansir dari NBC News, Rabu (29/5).
Dari banyaknya seruan tersebut, seluruh dunia mulai membuka mata untuk kota Rafah. Hal ini dapat tersebar karena adanya pemicu, sehingga ada seruan "All Eyes On Rafah".
Seruan ini sebagai bentuk dukungan bagi warga Palestina. Adapun pemicu seruan ini adalah adanya serangan udara pada 26 Mei 2024 yang telah dilakukan Israel kepada rakyat Palestina yang ada di kota Rafah.
Serangan tersebut telah menewaskan setidaknya 50 warga sipil Palestina yang sedang mengungsi di Rafah.
Sedangkan, menurut petugas medis Gaza, serangan Israel tersebut menyebabkan ratusan warga Palestina menderita luka.
Dari serangan tersebut, mengakibatkan runtuhan pecahan peluru, sehingga menyebabkan luka bakar.
Menurut Israel, serangan tersebut tidak akan menyebabkan kebakaran mematikan. Hal itu karena Israel sebenarnya melakukan serangan karena ingin menargetkan untuk membunuh dua militan senior Hamas.
Dalam seruan "All Eyes On Rafah" ini mengacu pada serangan yang belakangan ini berlangsung di Rafah, Gaza.
Di kota tersebut, terdapat lebih dari 1,4 juga warga Palestina yang menjadikan Rafah sebagai tempat untuk mengungsi dan sebagai perlindungan dari serangan Israel. (Nailul Mufarichah)
Editor : Imron Arlado