Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jutaan Orang Gaungkan Ungkapan All Eyes On Rafah di Media Sosial, Berikut Artinya

Imron Arlado • Kamis, 30 Mei 2024 | 01:32 WIB
Jutaan orang ramaikan ungkapan All Eyes on Rafah di media sosial (tangkapan layar akun X @insiderworld_1
Jutaan orang ramaikan ungkapan All Eyes on Rafah di media sosial (tangkapan layar akun X @insiderworld_1

JAWA POS RADAR MOJOKERTO - Saat ini sedang ramai akan ungkapan All Eyes On Rafah di media sosial, terutama di Instagram dan X (Twitter) sejak Selasa (28/05/2024).

Tak hanya masyarakat biasa, para selebriti tanah air pun ikut meramaikan postingan tersebut.

Pantauan Radar Mojokerto, Rabu (29/05), hastag #AllEyesonRafah sudah mencapai 984.000 postingan di media X dan 31,6 juta postingan melalui fitur stories di Instagram.

Tak hanya ramai di Indonesia, ungkapan tersebut juga turut diramaikan oleh warga dari negara Eropa Barat, India, Australia, dan sejumlah negara lainnya.

Ungkapan tersebut diposting oleh jutaan orang, termasuk selebritas, bintang ’’Bridgerton” Nicola Coughlan, atlet, penyanyi-penulis lagu Kehlani, dan aktor top India, Varun Dhawan.

Ungkapan All Eyes on Rafah bukanlah sekadar kata-kata tak berarti. Ungkapan tersebut digaungkan sebagai bentuk seruan untuk masyarakat luas agar memusatkan perhatiannya terhadap apa yang terjadi di Rafah.

Lantas ungkapan “All Eyes on Rafah” itu sebenarnya artinya apa dan asal mula munculnya slogan ini bagaimana? Berikut informasinya.

Arti ungkapan All Eyes on Rafah

Apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia, ungkapan All Eyes on Rafah artinya “semua mata tertuju pada Rafah”.

Kalimat ini digemakan di berbagai platform media sosial sebagai bentuk panggilan dengan misi kemanusiaan yang digaungkan ke masyarakat luas agar tidak berpaling terhadap tragedi yang terjadi di Rafah, Gaza.

Rafah merupakan sebuah kota yang terletak di jalur Gaza Selatan, dan menjadi satu-satunya daerah saluran bantuan ke warga Palestina di Gaza. Kota Rafah ini juga menjadi tempat pengungsian warga Palestina.

Ungkapan ini juga digaungkan kepada masyarakat luas sebagai seruan untuk terus peduli dan memantau perkembangan terkini mengenai serangan Israel ke Rafah.

Melalui aksi ini juga diharapkan adanya gencatan senjata antara dua negara tersebut.

Seruan All Eyes on Rafah muncul setelah tragedi yang terjadi pada 26 Mei 2024 di Rafah, yaitu Israel yang kembali meluncurkan serangannya melalui jalur udara di Rafah, di mana kota ini merupakan tempat pengungsian warga Palestina.

Banyak warga Palestina yang berlindung di wilayah Rafah karena menganggap kawasan ini aman bagi mereka.

Seakan tidak membiarkan warga Palestina merasakan aman, Israel kembali meluncurkan serangan udara sehingga kawasan Rafah tidak lagi menjadi sebuah tempat aman untuk mengungsi.

Pada Minggu (26/5), serangan udara yang diluncurkan Israel ini memakan korban sekitar 45 warga Palestina di Rafah meninggal, di antaranya anak-anak.

Untuk memastikan total korban yang terluka cukup sulit, karena rumah sakit yang dijadikan tempat perawatan para korban ditutup. (Firza Aulia Ningrum)

 

Editor : Imron Arlado
#Israel #Rafah #perang israael palestina #gaza #All Eyes On Rafah