Di Kecamatan Trawas, Ditarget Tuntas Empat Bulan
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tiga pengerjaan proyek jembatan senilai Rp 8,2 miliar dikebut. Hingga kini, pengerjaannya dalam tahap on progres, dan ditargetkan tuntas maksimal empat bulan lagi.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Mojokerto Henri Surya mengatakan, tiga proyek yang sebelumnya masuk lelang dini tersebut sejauh ini masih berjalan dengan baik.
Pengerjaan digeber sebagai langkah percepatan pembangunan di bumi Majapahit. ’’Proses pengerjaan masih berlangsung.
Sesuai pengawasan lapangan, ketiga paket proyek tersebut juga on progress,’’ ungkapnya kemarin.
Jembatan Purworejo berada di perbatasan Kecamatan Pacet-Trawas, misalnya. Proyek yang dimenangkan CV Naga Kencana Wiratama asal Surabaya dengan nilai penawaran Rp 4,7 miliar dari pagu Rp 5,3 miliar tersebut tengah menunggu umur balok girder.
Ditargetkan, dalam beberapa pekan ke depan, material pabrikan itu secepatnya dipasang pada konstruksi jembatan.
’’Sekitar seminggu lagi dikirim, setelah itu proses pemasangan girder, lanjut pembesian pelat jembatan,’’ tegasnya.
Menurutnya, seusai pemasangan girder dipastikan persentase pengerjaan akan meningkat. ’’Kalau saat ini 21 persen, bobot girder saja 30 persen, setelah girder datang langsung naik jadi 51 persen,’’ urainya.
Demikian juga dengan dua proyek jembatan di kawasan Trawas lainnya yang sama-sama digenjot. Masing-masing, jembatan Brugan dengan nilai anggaran Rp 1,8 miliar, dan Jembatan Kedungudi Rp 1,7 miliar.
’’Keduanya juga di atas progres. Bahkan, kini dalam proses merakit besi WF (wide flange), berfungsi untuk menopang bangunan,’’ tutur Henri.
Dia menjelaskan, sesuai perencanaan, pengerjaan proyek jembatan ditargetkan tuntas pada Agustus dan September mendatang.
Meski masuk lelang dini, Henri menyatakan, ketiganya membutuhkan proses pengerjaan yang lebih panjang.
Lamanya estimasi pengerjaan tersebut tak lain karena dua dari tiga proyek jembatan itu berada di ruas jalan yang sama. Yakni, di jalur Ngoro-Trawas, Kabupaten Mojokerto.
Sehingga pengerjaan harus dilakukan secara bertahap.
’’Itu kerjanya setiap jembatan bisanya satu sisi, karena dua jembatan (Kedungudi dan Brogan) ada di satu ruas. Satunya pengerjaan untuk kirim material melalui Trawas (atas). Sedangkan sisanya melalui bawah (Ngoro),’’ paparnya.
Dia menambahkan, pada pengerjaan kedua jembatan tersebut tidak ada jalur alternatif lainnya sebagai pendukung akses kendaraan.
Sehingga sebagai langkah antisipasi, pengerjaan dilakukan secara bergantian di setiap sisi jembatan. Setidaknya ada sejumlah lingkup pekerjaan yang harus ditunaskan.
Di antaranya, pengerjaan pendahuluan, pekerjaan jembatan, pekerjaan saluran dinding penahan dan gorong-gorong, pekerjaan tanah, hingga perkerasan jalan beton. (ori/ris)
Editor : Hendra Junaedi