Gunungan Limbah Tebu PG Gempolkrep Mojokerto Terbakar, Diduga Tersulut Puntung Rokok  

Martda Vadetya • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 04:12 WIB
PEMADAMAN: Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan sekam ampas tebu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep, Desa/Kecamatan Gedeg, Sabtu (26/9) siang. (Martda/JPRM)
PEMADAMAN: Petugas gabungan berupaya memadamkan api yang membakar tumpukan sekam ampas tebu PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep, Desa/Kecamatan Gedeg, Sabtu (26/9) siang. (Martda/JPRM) 

Kencangnya Embusan Angin Memicu Api Semakin Membesar 

GEDEG - Gunungan sekam ampas tebu di area remise PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) PG Gempolkrep, di Desa/Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, juga terbakar Sabtu (26/9) siang. ​Cuaca terik dan kencangnya embusan angin membuat kobaran api makin cepat melahap hamparan limbah produksi tebu seluas 1 hektare tersebut.​ 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 11.45 WIB ini kali pertama diketahui pihak pabrik setelah muncul kobaran api disertai kepulan asap tebal. Enam unit PMK kemudian dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan. Baik armada damkar milik internal PG Gempolkrep, BPBD Kabupaten dan Kota Mojokerto, PMK Gama, PT Inti Dragon, hingga PT Tjiwi Kimia. 

Amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan petugas setelah lebih dari tiga jam dilakukan pemadaman. ”Api padam sekitar pukul 15.25 WIB, namun setelahnya petugas masih melakukan pembasahan total agar bara api benar-benar padam. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, untuk taksiran kerugian materi belum bisa dipastikan,” ungkap Kapolsek Gedeg AKP Dimas Adit Sutono, Minggu (27/9). 

Humas PG Gempolkrep Taufan Pamungkas mengonfirmasi titik yang dilalap api merupakan penampungan ampas tebu di area PMN PG Gempolkrep. Disinggung soal pemicu kebakaran, pihak pabrik menduga titik api berasal dari puntung rokok. ”Puntung rokok tersebut disinyalir terbawa angin dan sampai tepat di tumpukan sekam kering. Kencangnya embusan angin memicu api semakin membesar,” terangnya. 

​Taufan tak menampik jika tahun ini pihaknya kewalahan dalam mengelola limbah ampas tebu lantaran keterbatasan ruang penyimpanan di dalam pabrik. ​”Hasil surplus produksi ampas pada tahun ini memang sangat besar, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Dengan keterbatasan tempat penampungan, ampas tebu dilokalisir di area terbuka saat ini sebelum kami gunakan di akhir giling untuk kebutuhan afwerken,” tandas Taufan. (vad/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
limbah tebu tersulut puntung rokok PG Gempolkrep