Mojokerto Dilanda Angin Kencang, Kecepatan Mencapai 48 Km per Jam

Martda Vadetya • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:03 WIB
WASPADA: Sebuah pohon peneduh di Simpang Empat Gatul, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tumbang dihempas angin kencang, Minggu (13/9) siang. (Martda/JPRM)
WASPADA: Sebuah pohon peneduh di Simpang Empat Gatul, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, tumbang dihempas angin kencang, Minggu (13/9) siang. (Martda/JPRM)

BMKG Juanda Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan 

MOJOKERTO RAYA - Belakangan ini, embusan angin di wilayah Kota dan Kabupaten Mojokerto terasa lebih kencang ketimbang biasanya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mencatat kecepatan angin mengalami peningkatan signifikan hingga 48 kilometer (km) per jam. 

Ketua Tim Kerja Meteorologi BMKG Juanda Andrie Wijaya menerangkan, kecepatan angin maksimum tersebut meningkat dua kali lipat dibanding rata-rata harian yang hanya di kisaran 10-20 km per jam. 

Selain di Mojokerto Raya, peningkatan kecepatan angin ini juga terjadi di wilayah Jawa Timur, utamanya kawasan Metropolitan Gerbangkertasusila. ”Peningkatan kecepatan angin ini terjadi dalam periode 12-14 September. Apakah fenomena ini nanti berlangsung lebih dari tanggal tersebut, akan kami infokan lagi,” ujarnya, Minggu (13/9).

Ia menjelaskan, peningkatan kecepatan angin ini dipicu besarnya perbedaan tekanan udara di wilayah timur Australia dengan wilayah ekuator. Dipastikannya, saat ini wilayah Jawa Timur masih berada pada puncak musim kemarau. ”Perbedaan tekanan udara tersebut mendorong penguatan aliran angin timuran dari Australia menuju wilayah Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur,” beber Andrie. 

Pihaknya mengimbau agar warga Mojokerto Raya meningkatkan kewaspadaan. Sebab fenomena ini berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat dalam beberapa hari ini. ”BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap peningkatan kecepatan angin terutama pada siang hingga sore hari,” tuturnya. 

Menurut Andrie, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan warga saat angin kencang menghempas. Baik dengan menghindari berlindung di tempat berbahaya, berdiri atau memarkir kendaraan di bawah pohon rindang, baliho atau reklame, maupun bangunan rapuh. 

Selain itu, hindari aktivitas pembakaran sampah karena api cepat menyebar saat angin kencang dan sulit dipadamkan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja, pekerja proyek pembersihan jendela di gedung tinggi agar menghentikan kegiatan sementara saat angin kencang.

”Saat berkendara, pengguna jalan di jembatan terbuka maupun jalan tol harus ekstra hati-hati terhadap dorongan angin dari samping yang bisa mengguncang kendaraan,” pungkas Andrie. (vad/ris)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
kecepatan angin angin kencang mojokerto