Sehari, Tiga Nyawa Melayang di Jalanan Mojokerto

Fendy Hermansyah • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 07:42 WIB
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad korban ke kamar mayat RSUD RA Basoeni Gedeg untuk divisum, Jumat (11/9).
DIEVAKUASI: Petugas mengevakuasi jasad korban ke kamar mayat RSUD RA Basoeni Gedeg untuk divisum, Jumat (11/9).

Terlibat Kecelakaan di Dawarblandong, Bangsal, dan Trowulan

MOJOKERTO RAYA - Jumat (11/9) menjadi hari yang kelabu di wilayah hukum Kabupaten dan Kota Mojokerto. Dalam rentang waktu sehari, tiga insiden kecelakaan lalu lintas fatal terjadi di lokasi terpisah dan merenggut tiga nyawa sekaligus.

Insiden pertama terjadi di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota pada Jumat (11/9) siang sekitar pukul 12.15. Seorang pemotor asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berinisial DHO, 34, tewas tragis setelah tertimpa truk muatan tebu di Jalan Raya Dusun Ngagrok, Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong.

Kecelakaan bermula saat korban yang mengendarai motor Honda CB 150 R melaju dari arah Lamongan di bahu jalan sisi timur. Petaka datang ketika motor korban berpindah jalur masuk ke badan jalan utama. Di saat bersamaan, melaju truk Mitsubishi muatan tebu yang dikemudikan AAIS, 20, warga Kembangbahu, Lamongan, dari arah yang sama.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, benturan tak terelakkan. Truk tebu tersebut terguling melintang di jalan dan menimpa tubuh korban yang terpental. ’’Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka fatal di bagian kepala dan badan. Jasadnya dievakuasi ke RSUD RA Basoeni Gedeg untuk divisum,’’ ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto Kota, Iptu Sujito.

Sujito menambahkan, kecelakaan diduga terjadi karena pemotor kurang mengantisipasi arus lalu lintas saat berpindah jalur dari bahu jalan.

Tak berhenti di situ, deretan kecelakaan maut berlanjut pada Jumat (11/9) malam di wilayah hukum Polres Mojokerto. Dua insiden fatal bahkan terjadi hanya dalam tenggat waktu selang satu jam.

Sekira pukul 22.30, seorang pejalan kaki tewas seketika usai tertabrak mobil pikap Daihatsu Gran Max bernopol S 9634 NB di Jalan Raya Desa Mojotamping, Kecamatan Bangsal. Korban diketahui bernama AK, warga Lingkungan Randegan, Kedundung, Magersari, Kota Mojokerto, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ) dan dilaporkan hilang beberapa hari terakhir.

’’Korban menyeberang dari arah selatan, sedangkan pikap yang dikemudikan Muhammad Bahar Wahyudi, 35, melaju dari arah timur (Mojosari),’’ terang Kanit Gakkum Satlantas Polres Mojokerto, Ipda Muhammad Jeepsal Putra. Andri tewas di tempat dengan luka parah di kepala dan jasadnya dievakuasi ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari.

Hanya berselang satu jam, sekitar pukul 23.30, tabrakan adu banteng antarsepeda motor yang dikendarai sesama pelajar terjadi di Jalan Raya Desa Jambuwok, Kecamatan Trowulan.

Peristiwa ini melibatkan sepeda motor Honda C-70 tanpa plat nomor yang dikendarai MAF, 16, warga Desa Sumberagung, Trowulan, dengan Yamaha Vega R nopol S 2675 HBO yang dikendarai MZS, 14, bersama pemboncengnya, NHAH, 13.

Akibat benturan keras tersebut, MAF tewas di lokasi kejadian, sementara dua pelajar lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke RS Dian Husana, Sooko. ’’Berdasarkan hasil olah TKP, kecelakaan diduga terjadi akibat pengendara Honda C-70 melaju terlalu ke kanan dan kurang memperhatikan arus kendaraan dari arah berlawanan,’’ ungkap Jeepsal.

Menanggapi rentetan insiden maut ini, pihak kepolisian mengimbau keras seluruh pengguna jalan agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi saat berkendara. Petugas mengingatkan pengendara untuk selalu menjaga jarak aman, tidak memaksakan diri menyalip, serta segera beristirahat jika merasa mengantuk demi mencegah kejadian serupa terulang. (vad/adi/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
tiga nyawa melayang kecelakaan mojokerto laka lantas